Negara Kantongi Rp657 Triliun dari Pajak dan Cukai per Akhir April 2025
Sri Mulyani menjelaskan, realisasi penerimaan pajak tersebut setara 26,4 persen dari total target.
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati melaporkan realisasi penerimaan negara mencapai Rp657 triliun per akhir April 2025. Rinciannya, terdiri dari penerimaan pajak Rp557,1 triliun, serta Kepabeanan dan Cukai Rp100 triliun.
"Untuk penerimaan pajak dan cukai telah mencapai Rp657 triliun," ucap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi Mei 2025 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/5).
Sri Mulyani menjelaskan, realisasi penerimaan pajak tersebut setara 26,4 persen dari total target. Adapun target keseluruhan penerimaan pajak mencapai Rp2.189,3 triliun sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang APBN 2025.
Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mengalami kenaikan mencapai Rp153,3 triliun. Realisasi ini 29,8 persen telah terealisasi dari target.
Menurut Bendahara Negara, peningkatan realisasi penerimaan perpajakan hingga PBNP merupakan momentum baik untuk mendorong penerimaan negara.
"Di sini terlihat mungkin nanti akan disampaikan bahwa sudah terjadi akselerasi dari pendapatan negara terutama untuk pajak. Kepabeanan cukai juga mengikuti ritme yang cukup baik," tegasnya.
Secara total, pendapatan negara telah terkumpul Rp810,5 triliun pada akhir April 2025. Nilai ini setara 27 persen dari target APBN yaitu Rp3.005,1 triliun.
Usai Defisit 3 Bulan Berturut-turut, APBN Akhirnya Surplus Rp4,3 Triliun per April 2025
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani melaporkan realisasi APBN berbalik surplus Rp4,3 triliun per akhir April 2025. Angka tersebut setara 0,02 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) usai mengalami defisit selama Januari-Maret 2025.
"Postur APBN per akhir April surplus Rp4,3 triliun. Teman-teman media waktu itu tahu kita Januari sampai April APBN kita membukukan defisit karena penerimaan pajak kita yang mengalami beberapa shock," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Mei 2025 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/5).
Sri Mulyani menjelaskan, surplus APBN ini ditopang oleh total pendapatan negara mencapai Rp810,5 triliun atau setara 27 persen dari target APBN 2025. Angka ini meningkat hampir Rp300 triliun dibandingkan realisasi pada Maret 2025.
Kenaikan pendapatan negara ini didorong oleh kontributor utama dari penerimaan pajak dengan realisasi sebesar Rp657 triliun, atau 26,4 persen dari target. Kemudian, serapan dari pajak tercatat sebesar Rp557,1 triliun atau 25,4 persen dari target, sementara serapan dari kepabeanan dan cukai mencapai Rp100 triliun atau 33,1 persen dari target.