Menko Airlangga Soal Gejolak Politik Venezuela: Masih Dimonitor
Hal ini dikatakan saat menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/1).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah hingga saat ini masih memantau perkembangan situasi politik di Venezuela dan dampaknya terhadap harga minyak dunia. Hal ini dikatakan saat menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/1).
"Itu masih dimonitor, karena yang utama kan berpengaruh terhadap harga minyak. Tetapi harga minyak kita monitor kalau satu dua hari ini pun tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi dan harga minyak relatif masih rendah kan masih sekitar 63 dolar per barrel," kata Airlangga kepada wartawan.
Kemudian, saat ditanyakan perihal apakah adanya antisipasi yang disiapkan oleh pemerintah. Menurutnya, hal itu masih dimonitoring termasuk kerjasama dengan Venezuela.
"Kita lihat monitor aja. Kalau dengan US kan memang sudah agak panjang sejak nasionalisasi oleh Hugo Chavez. Jadi memang pada waktu itu kan aset-aset Amerika dinasionalisasi. Nah ini kemudian berikutnya kan sekarang dengan situasi seperti ini ya kita monitor aja seperti apa," jelasnya.
Mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) ini memastikan, jika Indonesia tidak memiliki aset di Venezuela.
"Kita tidak ada aset ya," tegasnya.
Ada Perubahan MoU
Kendati demikian, terkait dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Indonesia dengan Venezuela. Dipastikan olehnya adanya perubahan.
"Ya tentunya ada perubahan ya dengan perubahan yang terjadi kemarin itu, karena pemerintahannya kan berganti," ucapnya.
Kendati demikian, Airlangga menyebut, pemerintah Indonesia belum melihat adanya perubahan yangsignfian atas aset-aset Pertamina di Venezuela.
"Ya kita kan tidak, atau belum melihat adanya perubahan di aset," pungkasnya.