Membongkar Strategi untuk Menyiapkan Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri
Keberhasilan teknologi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihannya, tetapi juga oleh kemampuan manusia dalam memanfaatkannya.
Perusahaan global yang bergerak di bidang instrumentasi pengukuran, layanan dan solusi untuk rekayasa proses industri, Endress+Hauser menekankan pentingnya kolaborasi antara industri dan institusi pendidikan dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Corporate Sales Director Endress+Hauser Group Services sekaligus President Director Endress+Hauser Indonesia, Henry Chia mengatakan, keberhasilan teknologi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihannya, tetapi juga oleh kemampuan manusia dalam memanfaatkannya.
"Hal terpenting bukanlah seberapa canggih teknologi yang kita hasilkan, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh manusia sehingga memberikan manfaat nyata bagi pelanggan,” ujar Henry Chia dikutip di Jakarta, Jumat (12/6).
Ia juga menyampaikan bahwa dalam lima tahun terakhir, bisnis Endress+Hauser di Indonesia tumbuh hingga 40 persen, disertai peningkatan kesempatan kerja sebesar 4 persen dan kenaikan jumlah peserta program magang sebesar 10 persen.
Perusahaan bahkan menggelar acara Education Forum 2026. Forum yang mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor industri, pendidikan, dan mitra strategis untuk mendiskusikan pengembangan pendidikan vokasi ganda (dual vocational education) di Indonesia.
Forum ini menjadi wadah untuk mendorong kolaborasi, berbagi wawasan, dan memperkuat kemitraan guna menjembatani kesenjangan talenta serta mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Peran Industri dalam Mendukung Pengembangan Talenta
Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Swiss untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste, Mathias Domenig menyoroti eratnya hubungan bilateral antara Swiss dan Indonesia yang telah terjalin selama 75 tahun. Menurutnya, hubungan tersebut tidak hanya tercermin melalui kerja sama yang kuat, tetapi juga melalui kontribusi positif perusahaan-perusahaan Swiss seperti Endress+Hauser, dalam mendorong investasi berkualitas, pengembangan keterampilan, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Head of Global Dual Education Endress+Hauser Group Services, Jens Kroeger menekankan pentingnya peran industri dalam mendukung pengembangan talenta melalui kemitraan dengan institusi pendidikan. Menurutnya, perusahaan dapat berkontribusi dengan menyediakan program magang yang terstruktur, platform pertukaran pengetahuan, lingkungan pembelajaran daring, serta pengalaman praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan industri.
Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta muda, dalam acara tersebut, Endress+Hauser Indonesia juga menyerahkan beasiswa Endress+Hauser untuk mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi yang berhubungan dengan industri otomasi, antara lain dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Politeknik Industri ATMI, Politeknik Manufaktur (POLMAN) Bandung dan Swiss German University.
"Program beasiswa ini merupakan kali kedua dilaksanakan oleh Endress+Hauser Indonesia. Kami ingin kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin. Selain melibatkan dunia pendidikan, kegiatan ini juga menghadirkan pelanggan kami sehingga mereka dapat melihat secara langsung berbagai program dan kontribusi yang telah dilakukan oleh Endress+Hauser," HR Head Endress+Hauser Indonesia, Vivi Sutardi.
"Di sisi lain, pelanggan juga memiliki kesempatan untuk merekrut talenta dari program ini. Bagi kami, merupakan sebuah pencapaian ketika pelanggan mempercayai lulusan program ini untuk bergabung di perusahaan mereka. Melalui kegiatan ini, kami berharap para mahasiswa dapat menemukan peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi dan keahlian yang dimiliki," tambahnya.
Terbagi Beberapa Sesi
Forum diskusi dalam Education Forum 2026 terbagi menjadi dua sesi yang membahas tantangan dan peluang pengembangan talenta di masa depan. Sesi pertama mengangkat tema 'Dual Vocational as a Strategic Anchor in Times of Uncertainty', yang menyoroti peran strategis pendidikan vokasi ganda dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Sementara itu, sesi kedua mengusung tema 'AI and the Future of Work: Rethinking Vocational Talent Development' yang membahas dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia kerja serta pentingnya transformasi pendidikan vokasi.
Selain forum diskusi, acara ini juga menghadirkan sesi networking dan mini exhibition yang menampilkan berbagai inovasi, teknologi, serta praktik terbaik dari industri dan institusi pendidikan. Pameran tersebut diikuti oleh Endress+Hauser Indonesia, FESTO Indonesia, Rockwell Automation, serta sejumlah institusi pendidikan seperti ATMI Cikarang, Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Swiss German University (SGU).