Lima Jenis Penumpang Pesawat Paling Menyebalkan, Lengkap dengan Cara Menghadapinya
Istilah Kutu Gerbang merujuk pada istilah penumpang yang menyerbu area keberangkatan sebelum waktu keberangkatan.
Etika di pesawat terbang tampaknya sangat sederhana. Yakni, waspada terhadap ruang, jangan ganggu penumpang lain, dan ikuti instruksi awak pesawat.
Namun, keberadaan penumpang menjengkelkan masih dengan mudah ditemukan di banyak penerbangan.
Beruntung penulis Brandon Blewett, seorang pelancong bisnis yang sering bepergian, membagikan lima tipe penumpang pesawat yang menjengkelkan bersama cara menghadapinya.
1. Kutu Gerbang
Istilah Kutu Gerbang merujuk pada istilah penumpang yang menyerbu area keberangkatan sebelum waktu keberangkatan. Keberadaan mereka tidak hanya mengabaikan zona keberangkatan, namun juga menghalangi penumpang lainnya yang hendak boarding.
"Orang-orang menghalangi jalan kita untuk naik pesawat bahkan saat giliran kita. Di waktu lain, orang-orang mengungguli kita dan mendapatkan kursi di penerbangan yang menuju tujuan karier yang kita kira adalah milik kita," ujarnya dilansir CNBC.com dikutip Selasa (11/3).
Anda dapat menghadapinya dengan tenang. Pertama, carilah ruang yang kosong dan terjangkau dari tempat boarding. Lalu, posisikan diri Anda sebagai prioritas dengan menaruh tas maupun ransel bawaan Anda disekitar mereka.
2. Penumpang Terlalu Atraktif
Meski etika pesawat mengharuskan penumpang membawa ransel di bagian depan, bukan di belakang. Namun, cara tersebut dapat Anda terapkan manakala berada dalam penerbangan yang cukup padat.
"Ini untuk mencegah menabrak orang lain secara tidak sengaja," ujar Blewett.
3. Pengganguran ‘Panggilan Konferensi’
Penumpang ini adalah mereka yang tidak mau menerima informasi terkait penerbangan. Mereka umumnya sering kali menolak panggilan atau informasi terkait penerbangan yang berubah.
"Mereka adalah orang-orang yang paling sulit menerima penundaan karena cuaca," kata Blewett
Cara terbaik untuk menangani mereka, katanya, adalah dengan “kecerdasan, keberanian, dan kerendahan hati.” Usahakan Anda tetap tenang dan jangan terpancing emosi. Bila perlu minta lah bantuan awak kabin untuk menegurnya.
4. Memaksakan Tas di Kabin
Penumpang ini sering kali berpartisipasi dalam apa yang disebut Blewett sebagai “Bin Shoehorning". Secara sederhana mereka mengabaikan keterbatasan ruang di kompartemen atas dan menjejalkan tas yang tidak muat.
Sering kali, mereka bahkan tidak mencoba menutup pintu, malah memilih untuk duduk dan menyerahkan beban kepada awak pesawat untuk mencari tahu.
"Perilaku seperti itu sering kali terjadi karena penumpang yang "kehabisan tenaga, bertindak karena kelelahan," tulis Blewett.
Umumnya awak kabin sendiri yang Akan mengahadapi penumpang menyebalkan tersebut. Bila perlu minta bantuan awak kabin agar barang bawaan Anda tidak rusak.
5. Perilaku Buruk
Kategori pelancong ini dianggap paling mengganggu. Kategori ini merujuk pada penumpang yang mengganggu orang lain, mulai dari memegang bagian belakang kursi saat mereka berdiri, hingga minum terlalu banyak.
"Orang-orang cenderung enggan membantu penumpang seperti ini, tulis Blewett.
Jika melebihi batas kesabaran, sebaiknya informasikan segera kepada awak kabin. Jika tidak, And akan dibuat menderita selama penerbangan