Kunjungan Wisatawan Sumba Timur Capai 30.340 Orang per September 2025, Sektor Pariwisata Terus Tumbuh
Sektor pariwisata Sumba Timur menunjukkan tren positif dengan kunjungan wisatawan Sumba Timur mencapai 30.340 orang hingga September 2025. Angka ini menandai pertumbuhan signifikan.
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mencatat lonjakan signifikan dalam sektor pariwisata daerahnya. Tercatat sebanyak 30.340 wisatawan telah berkunjung ke wilayah tersebut hingga September 2025. Angka ini menjadi indikator kuat pertumbuhan ekonomi lokal.
Dari total kunjungan tersebut, 4.211 orang merupakan wisatawan mancanegara. Sementara itu, 26.129 wisatawan nusantara turut meramaikan destinasi di Sumba Timur. Data ini disampaikan oleh Yudi Umbu Rawambaku dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat.
Peningkatan jumlah pengunjung ini menunjukkan tren positif pariwisata Sumba Timur pascapandemi. Pihak Pemkab terus berupaya mengembangkan sektor ini secara berkelanjutan. Mereka juga berfokus pada inovasi untuk menarik lebih banyak pengunjung.
Tren Positif Kunjungan Pariwisata Sumba Timur
Pariwisata di Kabupaten Sumba Timur menunjukkan tren pemulihan yang sangat positif setelah pandemi. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan setiap tahunnya. Data ini menjadi bukti nyata geliat sektor pariwisata di wilayah tersebut.
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur, pada tahun 2021, jumlah kunjungan tercatat 16.539 orang. Angka ini naik 54,404 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan drastis terjadi pada tahun 2022 dengan 46.298 orang, atau naik 74,195 persen.
Kenaikan terus berlanjut pada tahun 2023, mencapai 38.854 orang, meningkat 62,266 persen. Selanjutnya, pada tahun 2024, tercatat 41.812 orang mengunjungi Sumba Timur, naik 69,45 persen. Yudi Umbu Rawambaku menjelaskan bahwa peningkatan ini menunjukkan daya tarik daerah.
Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur memfokuskan pengembangan pariwisata pada lima ekosistem utama. Ekosistem tersebut meliputi destinasi, pemasaran, industri, kelembagaan, dan sumber daya manusia (SDM). Strategi ini menekankan keberlanjutan dan inovasi untuk masa depan.
Sebagai bagian dari paradigma baru pariwisata berkelanjutan, Pemkab Sumba Timur telah menetapkan desa wisata. Saat ini, sudah ada 14 desa wisata yang diresmikan. Desa-desa ini terbagi menjadi desa wisata alam, bahari, dan budaya, menawarkan beragam pengalaman unik.
Pihak terkait terus berupaya melakukan kolaborasi serta inovasi. Kerjasama ini melibatkan lintas instansi daerah dan pusat, termasuk lembaga swasta. Tujuannya adalah mewujudkan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Antisipasi Dampak Sosial Pariwisata
Meskipun sektor pariwisata membawa banyak manfaat, Pemkab Sumba Timur juga mengingatkan pentingnya antisipasi dampak sosial. Perkembangan pesat pariwisata harus diimbangi dengan mitigasi risiko. Hal ini disampaikan untuk menjaga keberlanjutan daerah.
"Pariwisata adalah sektor unggulan yang membawa banyak manfaat. Namun, kita juga harus mewaspadai dampak buruk seperti sampah, prostitusi, narkotika, hingga perdagangan manusia," kata Yudi Umbu Rawambaku. Pernyataan ini menegaskan perlunya perhatian serius.
Yudi menambahkan bahwa dampak buruk tersebut dapat mempengaruhi generasi mendatang jika tidak ditangani sejak dini. Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan dan penanganan dini sangat krusial. Ini demi memastikan pariwisata tetap positif bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews