Mendagri: Parade Tenun Belu Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Daerah, Dorong Kreativitas Lokal

Menteri Dalam Negeri menyoroti dampak positif Parade Tenun Belu di Atambua, NTT, yang tak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan pariwisata daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mendagri: Parade Tenun Belu Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Daerah, Dorong Kreativitas Lokal
Menteri Dalam Negeri menyoroti dampak positif Parade Tenun Belu di Atambua, NTT, yang tak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan pariwisata daerah. (AntaraNews)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Parade Tenun di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini dinilai memiliki peran ganda yang sangat strategis bagi kemajuan daerah. Selain berfungsi vital dalam melestarikan tenun sebagai warisan budaya bangsa, parade ini juga berhasil mendorong kreativitas masyarakat lokal.

Penyelenggaraan Parade Tenun Belu ini juga terbukti efektif dalam menggerakkan roda perekonomian daerah secara signifikan. Lebih lanjut, kegiatan ini turut berkontribusi besar dalam mengembangkan sektor pariwisata di Belu. Mendagri berharap agar acara serupa dapat terus ditingkatkan dan dipromosikan hingga ke kancah internasional.

Harapan tersebut bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke Belu, NTT, dan menikmati kekayaan budayanya. Sektor wisata budaya, menurut Mendagri, memiliki potensi besar sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjanjikan. Hal ini akan melengkapi potensi wisata alam yang sudah dimiliki oleh Kabupaten Belu.

Manfaat Pelestarian Budaya Tenun dan Kreativitas Lokal

Mendagri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya kegiatan seperti Parade Tenun Belu dalam mempertahankan budaya tenun. Beliau menyatakan bahwa tidak semua daerah di Indonesia memiliki kemampuan menenun seperti yang dimiliki masyarakat Belu. Oleh karena itu, pelestarian melalui festival dan acara semacam ini menjadi krusial.

“Jangan sampai nanti [tenun] kita diambil oleh orang luar negeri. Harus mempertahankan budaya, melalui festival acara-acara ini,” tegas Tito dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026. Pernyataan ini disampaikan Mendagri saat kegiatan “Exotic Tenun: Parade Tenun dan Fashion Show” di Pelataran Mal Pelayanan Publik Timor-Atambua, Kabupaten Belu, NTT, pada Jumat sebelumnya.

Selain pelestarian budaya, Parade Tenun Belu juga mampu membangun kreativitas para desainer dan seniman lokal. Kegiatan ini memberikan wadah bagi mereka untuk menampilkan karya-karya inovatif. Hal ini secara langsung mendorong perkembangan industri kreatif di Belu.

Dampak Ekonomi dan Hiburan Masyarakat

Parade Tenun Belu juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan melalui transaksi pembelian berbagai produk kerajinan. Mendagri yakin bahwa kegiatan ini dapat menghidupkan sektor-sektor penunjang lainnya. “Saya yakin dengan adanya kegiatan ini hotel-hotel penuh ini. Penerbangan juga penuh. Jadi restoran juga mungkin penuh. Banyak sekali yang bisa dibangkitkan. Saya pikir itu. Apresiasi saya kepada Pak Gubernur dan juga kepada Pak Bupati,” ujar Tito.

Selain itu, acara ini menjadi hiburan yang menyegarkan bagi masyarakat Belu. Mendagri menyoroti bahwa daerah seperti Belu, yang biasanya mengandalkan hiburan alam, kini memiliki alternatif hiburan lain. “Dari daerah-daerah seperti ini, biasanya hiburannya alam. Tapi ini ada hiburan yang lain, ada musik, ada fashion show. Ada tempat mengaktualisasikan diri bagi para jagoan-jagoan seni, desainer tenun,” jelasnya.

Kegiatan ini juga membanggakan orang tua dan sekolah karena para siswa tampil percaya diri mengenakan busana berbahan tenun lokal. Parade tenun ini diikuti peserta dari jenjang SD, SMP, SMA, serta kategori umum, menunjukkan partisipasi luas dari berbagai kalangan usia.

Apresiasi Mendagri dan Dukungan Pihak Terkait

Mendagri menyampaikan rasa hormat dan apresiasi tinggi terhadap semua pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Beliau sangat menghargai keberanian dan kreativitas yang ditunjukkan oleh para peserta, terutama anak-anak. “Yang SD, SMP, sangat confident gitu ya. Beraksi di depan kita semua dengan menggunakan pakaian-pakaiannya yang buatan lokal. Nah, ini mengundang kreativitas, keberanian. Saya jujur sangat menghargai dan ini hiburan yang sangat menyegarkan,” tuturnya.

Usai acara, Mendagri bersama rombongan mengunjungi stan yang memamerkan kerajinan tenun dan berbagai produk UMKM masyarakat Belu. Kunjungan ini menunjukkan dukungan langsung terhadap produk lokal dan pelaku usaha kecil menengah.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu Willybrodus Lay, serta Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian. Turut hadir pula pengurus TP PKK Provinsi NTT dan Kabupaten Belu, serta perwakilan pejabat dari Timor-Leste dan Australia, menunjukkan skala dan pentingnya acara ini di tingkat regional dan internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi