Kolaborasi PTDI dan BAT Cetak SDM MRO Berbasis AI dan Robotik untuk Industri Dirgantara Nasional
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Batam Aero Technic (BAT) resmi berkolaborasi untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) berbasis Artificial Intelligence (AI) dan robotik, memperkuat kemandirian industri dirgan
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Batam Aero Technic (BAT) telah meresmikan kolaborasi strategis dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) perawatan pesawat atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Kerja sama ini berfokus pada pembentukan tenaga ahli yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan robotik. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini berlangsung di Gedung Nurtanio, Bandung, pada Jumat, 10 April, menandai langkah penting bagi industri dirgantara Indonesia.
Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada layanan purna jual pesawat dari luar negeri, sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya domestik. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan SDM yang tidak hanya memiliki keahlian teknis tinggi, tetapi juga memahami dinamika impor dan ekspor di sektor aviasi. Dengan demikian, industri perawatan pesawat di Tanah Air dapat berkembang lebih mandiri dan berdaya saing global.
MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI Moh Arif Faisal dan Direktur BAT Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi. Keduanya sepakat untuk menyatukan kekuatan dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital. Inisiatif ini menjadi fondasi kuat untuk menciptakan ekosistem industri dirgantara yang inovatif dan berkelanjutan di Indonesia.
Penguatan SDM MRO Adaptif AI dan Robotik
Direktur BAT, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan PTDI membuka peluang besar untuk membangun SDM yang unggul. SDM ini tidak hanya dituntut andal secara teknis, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini, termasuk digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), dan proses berbasis robotik. Kesiapan ini krusial untuk menjaga relevansi dan daya saing di pasar global yang terus berubah.
BAT juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi penyerap utama lulusan terbaik dari program pelatihan yang diselenggarakan oleh Training Center PTDI. Training Center PTDI sendiri telah tersertifikasi sebagai Authorized Maintenance Training Organization (AMTO). Sinergi ini memadukan keunggulan PTDI sebagai industri rancang bangun dan modifikasi pesawat yang memiliki sertifikasi AMO, dengan BAT yang memegang sertifikasi DGCA Nomor 145D-914 serta dipercaya oleh berbagai operator internasional.
Integrasi teknologi AI dan robotik dalam kurikulum pelatihan akan memastikan bahwa para teknisi masa depan siap menghadapi kompleksitas perawatan pesawat modern. Hal ini juga akan meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses MRO. Dengan demikian, kualitas layanan purna jual pesawat di Indonesia dapat terus ditingkatkan sesuai standar internasional.
Dampak Ekonomi dan Kemandirian Industri Dirgantara
Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan strategi ekspansi bisnis untuk memperkuat rantai nilai industri dirgantara purna jual. Pasar MRO pesawat terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, sehingga investasi pada SDM menjadi sangat penting. Kolaborasi ini tidak hanya fokus pada pemanfaatan sumber daya masing-masing pihak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya PTDI untuk meningkatkan daya saing di sektor layanan purna jual.
Selain peningkatan kompetensi teknis, kolaborasi ini diproyeksikan memberikan nilai tambah pada efisiensi industri nasional. Dengan optimalisasi fasilitas dalam negeri, kebutuhan MRO dapat dipenuhi secara lebih cepat dan kompetitif. Hal ini secara langsung akan mengurangi biaya operasional dan waktu tunggu yang sebelumnya mungkin bergantung pada penyedia layanan asing.
Lebih lanjut, inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi talenta-talenta muda Indonesia. Penguatan rantai pasok industri dirgantara Indonesia yang berkelanjutan juga menjadi tujuan utama. Ketersediaan SDM MRO berbasis AI dan robotik yang mumpuni akan menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam menjaga kelaikan pesawat, baik untuk kebutuhan sipil maupun militer.
Sumber: AntaraNews