PTDI Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Melalui Budidaya Sorgum di Jatigede Sumedang
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memperluas ekspansi kedaulatan pangan dengan menyulap lahan di Jatigede, Sumedang, menjadi kawasan budidaya sorgum berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan nasional.
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kedaulatan pangan nasional dengan menginisiasi pengembangan budidaya sorgum di wilayah Jatigede, Kabupaten Sumedang. Proyek strategis ini bertujuan untuk menjadikan sorgum sebagai alternatif bahan pangan utama yang berkelanjutan serta sumber biomassa. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTDI yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan ekonomi lokal.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini, melibatkan berbagai pihak termasuk tokoh Jawa Barat Umuh Muchtar. Kemitraan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pertanian terintegrasi yang mencakup pemberdayaan petani lokal hingga peningkatan nilai ekonomi sorgum. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat sekitar dan perekonomian daerah.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan turut mengapresiasi kolaborasi yang melibatkan industri kedirgantaraan, pemerintah, dan organisasi sosial budaya seperti Paguyuban Pasundan. Dukungan dari berbagai elemen ini menegaskan pentingnya sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan. Proyek percontohan seluas 1,5 hektare telah menunjukkan hasil positif, memicu rencana ekspansi besar-besaran pada Mei 2026.
Kolaborasi Strategis PTDI untuk Ketahanan Pangan
Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menegaskan bahwa pemanfaatan komoditas sorgum merupakan komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan ekonomi berbasis potensi lokal. Program TJSL PTDI ini tidak hanya berfokus pada aspek pangan, tetapi juga pada pengembangan sumber biomassa yang berkelanjutan. Kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk Bos Persib Bandung Umuh Muchtar, bertujuan memperkuat ekosistem pertanian terintegrasi secara menyeluruh.
Ekosistem pertanian yang terintegrasi ini mencakup pemberdayaan petani lokal, peningkatan kapasitas produksi, hingga pengolahan hasil panen. Dengan demikian, nilai ekonomi sorgum sebagai pengganti pangan utama yang tahan kekeringan dapat dioptimalkan. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan di tingkat lokal dan nasional.
Selain kerja sama lahan di Jatigede, PTDI juga telah menyepakati komitmen dengan Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Kesepakatan ini mencakup pengelolaan 10 hektare lahan sorgum di Jawa Barat. Kolaborasi dengan Kementan ini menunjukkan keseriusan PTDI dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait ketahanan pangan.
Dukungan Teknologi dan Inovasi Sorgum dari PTDI
Dalam kesepakatan dengan Kementan, PTDI akan menyuplai dukungan teknologi dan mesin pengolahan sorgum hasil inovasi perusahaan. Inovasi teknologi ini menjadi salah satu nilai tambah utama yang ditawarkan PTDI dalam proyek budidaya sorgum. Pemanfaatan teknologi canggih diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian sorgum.
Gita Amperiawan menyatakan bahwa inisiatif ini tidak hanya menghadirkan solusi inovatif yang sejalan dengan penguatan ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi petani. Dengan adanya mesin pengolahan modern, petani dapat mengolah sorgum menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Hal ini secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan petani dan ekonomi pedesaan.
Dukungan teknologi dari PTDI juga mencakup aspek budidaya, mulai dari penanaman hingga panen. Pendekatan berbasis teknologi ini diharapkan dapat mengatasi tantangan-tantangan pertanian tradisional dan memastikan hasil panen yang optimal. PTDI berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian.
Potensi Besar Sorgum dan Rencana Ekspansi
Sorgum dipilih sebagai komoditas utama karena memiliki keunggulan adaptasi tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan, termasuk kekeringan. Selain itu, sorgum mampu dipanen hingga tiga kali dalam setahun, menjadikannya tanaman pangan yang sangat produktif. Keunggulan-keunggulan ini menjadikan sorgum pilihan ideal untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah perubahan iklim.
Saat ini, proyek percontohan budidaya sorgum di Jatigede telah berjalan di atas lahan seluas 1,5 hektare. Hasil dari proyek percontohan ini menunjukkan indikator positif, membuktikan kelayakan dan potensi besar sorgum. Keberhasilan awal ini menjadi dasar kuat untuk rencana ekspansi yang lebih besar di masa mendatang.
Melihat hasil yang memuaskan, PTDI berencana untuk melakukan ekspansi besar-besaran pada Mei 2026 mendatang. Ekspansi ini akan mencakup penambahan luas lahan budidaya dan peningkatan kapasitas produksi. Dengan ekspansi ini, diharapkan Jatigede dapat menjadi pusat budidaya sorgum nasional yang signifikan, berkontribusi pada pencapaian swasembada pangan Indonesia.
Sumber: AntaraNews