Kodim 0827 bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, secara serentak meluncurkan gerakan tanam jagung di wilayah tersebut. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal, memastikan ketersediaan komoditas vital.
Gerakan tanam jagung serentak ini dilaksanakan pada Rabu (08/10) di lahan seluas 1,5 hektare, tepatnya di Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Sumenep. Acara penting ini melibatkan unsur pimpinan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pemkab Sumenep, menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pihak.
Komandan Kodim 0827 Letkol Arm Bendi Wibisono menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan adalah bagian integral dari ketahanan suatu negara. "Gerakan menanam jagung serentak ini sengaja kami lakukan, agar produksi pangan meningkat, karena peningkatan produksi pangan juga merupakan bagian dari ketahanan di suatu negara," ujarnya saat kegiatan penanaman.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Kodim dan Pemkab untuk Ketahanan Pangan Lokal
Letkol Arm Bendi Wibisono menjelaskan bahwa peningkatan produksi jagung tidak hanya berdampak pada volume panen, tetapi juga secara langsung memengaruhi pendapatan petani. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Sumenep.
Menurut Dandim, jagung memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas unggulan di Sumenep, bersanding dengan padi. Potensi ini dapat memberikan diversifikasi sumber pangan dan ekonomi yang lebih stabil bagi masyarakat setempat.
Kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Sumenep dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian di tingkat desa. "Kita ingin memperkuat sektor pertanian dan mendorong kemandirian pangan," kata Bendi, menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak.
Advertisement
Ia menambahkan bahwa peningkatan produksi pangan ini memang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dengan demikian, gerakan ini juga selaras dengan agenda nasional dalam menjaga ketahanan pangan.
Advertisement
Jagung Hibrida dan Potensi Sumenep sebagai Sentra Produksi
Dalam gerakan tanam jagung serentak kuartal IV ini, jenis bibit yang digunakan adalah jagung hibrida. Pemilihan jagung hibrida didasarkan pada produktivitasnya yang tinggi dan kesesuaiannya dengan karakteristik tanah di wilayah Sumenep, menjanjikan hasil panen yang optimal.
Dengan potensi hasil panen yang lebih besar dari jagung hibrida, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap target peningkatan produksi. Peningkatan ini akan berdampak positif pada kesejahteraan para petani melalui pendapatan yang lebih baik.
Dandim Bendi Wibisono berharap program tanam serentak ini dapat menjadi langkah awal yang penting dan berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk menjadikan Sumenep sebagai salah satu sentra jagung utama di Pulau Madura, memperkuat posisi daerah dalam rantai pasok pangan nasional dan regional.
Advertisement
Langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan di Sumenep serta memberikan contoh kolaborasi yang efektif antara pemerintah daerah dan TNI. Hal ini juga menunjukkan komitmen daerah terhadap pembangunan sektor pertanian.
Sumber: AntaraNews