Kisah Pramugari Putuskan Resign dan Beralih Jadi Peternak Babi, Bisa Hasilkan Rp446 Juta dalam 2 Bulan
Setelah lulus dari universitas, Yang bekerja sebagai pramugari selama lima tahun di maskapai penerbangan Shanghai.
Seorang pramugari asal China memutuskan untuk meninggalkan karier gemilangnya di udara dan kembali ke kampung halaman untuk mengejar kehidupan sederhana, namun menjanjikan sebagai peternak babi. Keputusan beraninya terbayar manis, menghasilkan 200.000 yuan atau Rp446 juta (kurs Rp2.233) hanya dalam waktu dua bulan.
Melansir dari China Morning Post, Yang Yanxi berusia 27 tahun, dilahirkan dalam keluarga pedesaan di provinsi Heilongjiang di Tiongkok Timur Laut. Setelah lulus dari universitas, Yang bekerja sebagai pramugari selama lima tahun di maskapai penerbangan Shanghai.
Yang mengatakan, selama masa-masa sulit perusahaan, gaji bulanannya hanya 2.800 yuan atau Rp6,2 juta. Dia menuturkan saat tinggal di Shanghai, dia sering meminta uang kepada orang tuanya untuk membeli tas mewah.
Tetapi, dia pun menyadari untuk memperbaiki kehidupannya, orang tuanya telah mengurangi pengeluaran mereka dan menumpuk utang yang signifikan.
Pada Oktober 2022, setelah mengetahui bahwa ibunya diam-diam telah menjalani beberapa operasi pengangkatan lipoma, Yang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai pramugari dan kembali ke rumah.
Dia mengungkapkan rasa bersalahnya yang mendalam terhadap orang tuanya karena tidak mengetahui kabar buruk yang disembunyikan.
"Orang tua saya selalu memberi tahu saya kabar baik tetapi menyembunyikan kabar buruk. Sekarang saya ingin bersama mereka dan tidak ingin terlalu jauh dari rumah," kata Yang.
Ambil Alih Peternakan Babi
Pada bulan April 2023, Yang mengambil alih peternakan babi milik kerabatnya dan mulai beternak hewan tersebut. Dia pun berbagi kehidupan bertani di pedesaan pada platform video pendek populer di daratan Tiongkok, yang menarik hampir 1,2 juta pengikut.
Dalam videonya, Yang dengan ahli menyiapkan makanan babi, memberi makan babi-babi, dan membersihkannya, bahkan mengenakan gaun cantik untuk berinteraksi dengan babi-babi yang sedang tidur.
Meski menghadapi banyak tantangan kehidupan di pedesaan, dia tetap bertekad. Yang mengatakan di media sosial 'Saya bekerja sangat keras di peternakan babi sehingga punggung dan pinggang saya sakit setiap hari. Setelah seharian bekerja, saya jadi bau,' tuturnya.
Pada tanggal 6 Januari, Yang secara tidak sengaja melukai kaki kirinya dengan kapak es saat memancing di danau yang membeku. Namun dia tetap positif, menghibur penggemar daringnya, dan bahkan membuat tongkat kayu untuk membantunya bergerak.
Didorong oleh keinginan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya, Yang mencurahkan energinya ke dalam pekerjaannya setiap hari.
"Sekarang, saya bisa tinggal bersama orang tua saya. Saya sangat bahagia dan puas," imbuhnya.
Yang mengklaim telah menghasilkan lebih dari 200.000 yuan selama dua bulan terakhir melalui peternakan babi, menjual babi dan ternak lainnya, serta mengelola akun media sosialnya. Dia berharap dapat memperluas pertaniannya di masa mendatang, membuka toko khusus, dan mendirikan hotel.