Kisah Haru Dua Jemaah Haji Lansia dari Jember yang Mendadak Ingin Pulang Saat Tiba di Asrama
Mbah Achmad justru berlari keluar sambil meneriakkan keinginan untuk pulang ke Jember.
Suasana hangat di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, mendadak berubah haru sekaligus mengundang senyum ketika dua jemaah lanjut usia asal Jember tiba-tiba menunjukkan keinginan kuat untuk pulang, meski mereka baru saja tiba untuk bersiap menjalankan ibadah haji.
Salah satu dari mereka adalah Enjo Endin Parmo, pria berusia 70 tahun. Sesaat setelah tiba, ia mendadak mengaku ingin kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Jenggawah, Jember. Alasannya cukup unik: ia merasa belum memberi makan sapi peliharaannya dan ingin segera mencari rumput.
Tingkah lucu namun penuh makna dari Mbah Enjo ini sontak menarik perhatian para petugas dan sesama jemaah. Ia seolah melupakan tujuannya yang sebenarnya, berangkat ke Tanah Suci.
Tak berselang lama, situasi serupa terjadi pada rekan satu kloternya, Achmad Sadin, lansia berusia 90 tahun. Begitu turun dari bus dan masuk ke asrama, Mbah Achmad justru berlari keluar sambil meneriakkan keinginan untuk pulang ke Jember.
Aksi keduanya sempat membuat panik para petugas. Untungnya, mereka segera dibujuk dan diamankan kembali ke tempat istirahat masing-masing.
Ketua Tim Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, dr. Mochamad Gesta Robi Farmawan, membenarkan kejadian tersebut. “Satu orang saat ini dirawat di RS Menur, sedangkan satunya masih dalam penanganan tim medis di klinik Asrama Haji,” ujarnya, Minggu (11/5).
Faktor Usia
Menurut dr. Gesta, gangguan perilaku semacam ini memang kerap muncul pada jemaah lanjut usia akibat kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru serta tekanan psikologis menjelang keberangkatan.
“Kondisi ini dipicu kecemasan berlebih yang tidak bisa dikendalikan, sehingga jemaah mulai mencari-cari alasan agar bisa pulang,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, kejadian serupa masih sering terjadi. Karena itu, pengawasan terhadap jemaah lansia harus lebih intensif.
“Kami juga mendorong adanya kebijakan yang memperbolehkan badal haji untuk jemaah dengan kondisi demensia, agar tidak memaksakan mereka menjalani ibadah yang berat secara fisik maupun mental,” tegasnya.
Saat ini, proses keberangkatan jemaah dari Embarkasi Surabaya terus berlangsung. Hingga Sabtu malam (10/5), sudah 30 kloter yang diberangkatkan, dengan jumlah 11.381 orang atau sekitar 30 persen dari total 36.845 jemaah.