Arab Saudi meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi cuaca ekstrem dalam pelaksanaan ibadah haji 2025. Pihak berwenang telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi skenario terburuk akibat cuaca panas mendidih yang diperkirakan akan melanda wilayah Tanah Suci selama prosesi haji berlangsung.
Di kawasan tenda luas dekat Mina, salah satu titik utama pelaksanaan ibadah haji, staf medis di sejumlah rumah sakit darurat mulai bersiaga penuh. Salah satunya adalah Rumah Sakit Darurat Mina, satu dari 15 fasilitas khusus yang hanya beroperasi selama musim haji, kini dipersiapkan untuk menanggulangi lonjakan kasus terkait suhu panas ekstrem. Demikian dilaporkan AFP.
Langkah-langkah ini diambil menyusul tragedi haji 2024 lalu, ketika lebih dari 1.300 jemaah wafat akibat gelombang panas. Saat itu suhu mencapai 51,8 derajat Celsius.
Tahun ini, suhu diperkirakan melebihi 40 derajat Celsius saat jutaan jemaah dari seluruh dunia berkumpul dalam salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia.
Pihak otoritas haji Saudi menegaskan komitmennya untuk menghindari korban jiwa dengan memperluas layanan medis, memperbanyak titik penyediaan air minum, dan menyiagakan tim tanggap darurat.
Sementara, hingga saat ini telah tercatat 44 kasus kelelahan akibat panas.
Upaya penyuluhan dan mitigasi juga digencarkan agar para jemaah lebih sadar akan risiko heatstroke, dehidrasi, serta pentingnya menjaga kebugaran dan hidrasi selama menjalankan ritual ibadah.
Petugas kesehatan PPIH Arab Saudi gencar lakukan edukasi kesehatan haji cuaca panas ekstrem di Tanah Suci. Langkah ini penting untuk menjaga jemaah tetap bugar selama beribadah.
Banyaknya korban jiwa akibat gelombang panas saat ibadah haji di Arab Saudi tahun lalu menunjukkan perlunya langkah cepat dalam mitigasi risiko cuaca ekstrem.
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau tenda di Mina, Arab Saudi, memastikan tidak ada praktik patok kaveling ilegal dan fasilitas jemaah haji terpenuhi.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memperkuat perlindungan jamaah haji Indonesia menjelang musim haji 2026, demi keamanan dan kenyamanan.