FOTO: Khusyuk Jemaah Haji Laksanakan Prosesi Lempar Jumrah, Simbol Melawan Godaan Setan

Prosesi ini memperingati kisah Nabi Ibrahim AS melempari setan yang berusaha menggagalkannya menaati perintah Allah SWT untuk mengorbankan putranya.

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: Khusyuk Jemaah Haji Laksanakan Prosesi Lempar Jumrah, Simbol Melawan Godaan Setan
Sejumlah jemaah haji melaksanakan prosesi lempar jumrah untuk mengenang kisah Nabi Ibrahim AS saat melawan godaan setan di Mina, Arab Saudi, pada Juma (6/6/2025). (©HAZEM BADER/AFP)

Jutaan umat Muslim melaksanakan ritual simbolis lempar jumrah di Mina, Arab Saudi, sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji 1446 Hijriah, pada Jumat (6/6/2025). Prosesi ini memperingati peristiwa ketika Nabi Ibrahim AS melempari setan yang berusaha menggagalkannya menaati perintah Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS.

Ritual lempar jumrah dimulai dengan pengambilan batu-batu kecil di Muzdalifah, sebuah kawasan yang terletak antara Arafah dan Mina. Setiap jemaah mengumpulkan setidaknya 49 hingga 70 kerikil kecil, tergantung pada jumlah hari yang dihabiskan di Mina.

Batu-batu tersebut digunakan untuk melempari tiga pilar (jamrah), yaitu Jamrah Ula (pertama), Jamrah Wustha (tengah), dan Jamrah Aqabah (terakhir).

Pada hari pertama lempar jumrah atau 10 Dzulhijah, jemaah hanya melempar tujuh batu ke arah Jamrah Aqabah. Lalu, pada hari-hari tasyrik berikutnya (11-13 Dzulhijah), jemaah melempar tujuh batu ke masing-masing dari ketiga jamrah, total 21 batu per hari.

Prosesi ini menjadi salah satu momen paling padat dalam pelaksanaan ibadah haji, sekaligus simbol perjuangan spiritual melawan godaan duniawi, dengan mengingat keteguhan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Ilahi.

Rekomendasi