Kenapa Orang Kaya Justru Hindari Pakaian Mencolok?
Bagi mereka yang benar-benar kaya, kekayaan bukan lagi sesuatu yang perlu dipamerkan.
Fenomena orang kaya yang memilih berpakaian sederhana bukanlah hal baru. Konsep ini berkaitan erat dengan apa yang disebut sebagai kekayaan tersembunyi, sebuah gagasan yang menunjukkan individu dengan kekayaan yang telah mapan cenderung tidak merasa perlu memamerkan harta mereka secara mencolok.
Melansir dari BBC, menurut Konsultan Bisnis Mode dan penulis Psychology of Fashion, Carolyn Mair istilah konsumsi berlebihan pertama kali dicatat oleh sosiolog Thorsten Veblen dalam bukunya The Theory of the Leisure Class pada tahun 1899.
Veblen menggambarkan konsumsi berlebihan sebagai upaya individu untuk menunjukkan kekayaan guna mendapatkan status dan pengakuan sosial. Namun, yang menarik adalah kecenderungan ini justru lebih sering dilakukan oleh mereka yang baru mencapai status kaya.
"Jika Anda terbiasa memiliki uang, Anda tidak perlu memamerkannya," ujar Mair, dikutip Rabu (12/2).
Mair mengatakan mode bukan hanya sekadar penampilan, tetapi juga alat komunikasi sosial yang kuat. Bahkan orang-orang super kaya pun menggunakan pakaian untuk mengirim pesan tertentu.
"Kita menunjukkan kesetiaan kepada kelompok sosial dan membedakan diri dari yang lain melalui pakaian kita," lanjut Mair.
Namun, ada kode rahasia yang berlaku di kalangan elite, di mana nilai sebenarnya dari suatu barang hanya dikenali oleh mereka yang berada dalam lingkaran yang sama. Inilah yang disebut sebagai kemewahan yang tidak mencolok membeli produk mahal yang unggul dalam kualitas, keindahan, dan kelangkaan, tetapi tanpa label harga yang mencolok. Dengan kata lain, hanya mereka yang tahu yang akan memahami nilai sesungguhnya.
Gejolak Ekonomi dan Perubahan Mode Pasca-Pandemi
Salah satu faktor yang memperkuat tren ini adalah situasi ekonomi global. Menurut Direktur Intelijen Mode di lembaga peramalan tren WGSN, Lorna Hall fenomena ini menggemakan pergeseran yang terjadi setelah krisis keuangan 2008.
"Ketika sebagian besar populasi berjuang dengan kondisi ekonomi yang sulit, memamerkan kekayaan secara berlebihan bisa dianggap tidak peka," katanya.
Oleh karena itu, banyak individu kaya yang kini memilih pendekatan yang lebih halus dalam berpakaian. Selain faktor ekonomi, perubahan gaya hidup akibat pandemi juga berperan besar dalam tren ini. Setelah bertahun-tahun mengenakan pakaian santai seperti piyama dan celana olahraga saat bekerja dari rumah, banyak orang mulai merindukan cara berpakaian yang lebih rapi dan elegan.
Pendiri konsultan 8Ball, Sean Monahan, menyatakan fase pasca-pandemi ini mendorong keinginan untuk berpakaian lebih cerdas. "Sangat membosankan hanya mengenakan celana olahraga sepanjang hari," ujarnya.
Namun, tren ini bukan sekadar kembali ke mode yang lebih formal. Ada juga unsur nostalgia yang berperan, terutama dengan kebangkitan gaya minimalis ala tahun 90-an. Media sosial semakin memperkuat tren ini, dengan fenomena seperti gaya berpakaian suksesi di mana kesan kemewahan yang tenang dan canggih menjadi semakin populer.
Eksklusivitas dalam Kesederhanaan
Kemewahan yang tidak mencolok sebenarnya adalah bentuk eksklusivitas baru. Di masa lalu, merek-merek mewah menggunakan logo besar dan desain mencolok untuk menunjukkan status seseorang. Namun, saat ini, semakin eksklusif sebuah barang, semakin sulit dikenali oleh masyarakat umum. Keindahan dan kualitasnya hanya bisa diapresiasi oleh mereka yang memiliki wawasan mendalam tentang mode dan kekayaan.
Pakaian sederhana tetapi berkualitas tinggi dari merek seperti Loro Piana, The Row, dan Brunello Cucinelli menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin menunjukkan kekayaan tanpa terlihat berusaha keras.
Filosofi di balik pilihan ini adalah bahwa orang kaya tidak perlu membuktikan status mereka kepada siapa pun hanya mereka yang berada dalam lingkaran yang sama yang akan memahami nilai sebenarnya dari apa yang mereka kenakan.
Pada akhirnya, berpakaian sederhana bukan berarti tidak peduli terhadap mode, tetapi justru mencerminkan pemahaman yang lebih dalam tentang gaya, kualitas, dan eksklusivitas sejati.
Bagi mereka yang benar-benar kaya, kekayaan bukan lagi sesuatu yang perlu dipamerkan cukup mereka yang tahu yang akan mengerti.