Kementrans Beri Penghargaan Patriot Transmigrasi untuk Relawan Gugur Asal Sidoarjo
Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menganugerahkan Penghargaan Patriot Transmigrasi kepada Abdul Rohid, relawan asal Sidoarjo yang gugur usai bertugas. Kisah inspiratifnya menyentuh hati.
Kementerian Transmigrasi (Kementrans) secara resmi menganugerahkan gelar Penghargaan Patriot Transmigrasi kepada Abdul Rohid, seorang relawan muda asal Sidoarjo, Jawa Timur. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan Rohid yang meninggal dunia setelah menyelesaikan tugasnya. Kisah inspiratifnya menjadi sorotan nasional, menunjukkan komitmen generasi muda terhadap pembangunan daerah transmigrasi.
Abdul Rohid, mahasiswa Departemen Teknik Instrumentasi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), gugur pada 10 November 2025 usai melaksanakan riset pemetaan potensi ekonomi. Ia bertugas bersama Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi 11 di kawasan Bahari Tomini Raya, Sulawesi Tengah. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, Kementrans, dan almamaternya.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyerahkan langsung penghargaan tersebut dalam sebuah upacara di Sidoarjo pada Selasa, 11 November. Kementrans juga berkomitmen untuk memenuhi cita-cita almarhum, termasuk memastikan pendidikan adik perempuannya. Semangat juang Rohid diharapkan dapat menginspirasi seluruh generasi muda Indonesia untuk berkontribusi nyata.
Dedikasi dan Pengorbanan Abdul Rohid
Almarhum Abdul Rohid menunjukkan dedikasi luar biasa dengan memilih bergabung dalam Ekspedisi Patriot Transmigrasi 11 pada Agustus lalu. Keputusan ini diambilnya meskipun ia seharusnya mengikuti wisuda pada bulan September. Semangatnya untuk memberikan kontribusi nyata bagi negara sangatlah besar dan patut menjadi teladan.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan apresiasi tinggi atas pengorbanan Rohid. "Kami menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Almarhum Abdul Rohid merupakan Anggota Tim Ekspedisi Patriot 11 yang melakukan riset pemetaan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi Bahari Tomini Raya, Sulawesi Tengah," kata Iftitah.
Iftitah menambahkan bahwa semangat Rohid dalam memberikan kontribusi nyata bagi negara tersebut dapat menjadi sumber inspirasi. Inspirasi ini ditujukan bagi seluruh generasi muda di Indonesia. Keberaniannya untuk terjun langsung ke lapangan demi kemajuan bangsa patut diacungi jempol.
Komitmen Kementrans untuk Keluarga Almarhum
Dalam upacara pemberian Penghargaan Patriot Transmigrasi, Menteri Iftitah menegaskan komitmen Kementrans terhadap keluarga almarhum. Kementrans akan memenuhi keinginan dan cita-cita Rohid. Salah satunya adalah memastikan adik perempuan almarhum yang kini duduk di bangku SMA dapat menempuh pendidikan sarjana di masa mendatang.
Pemerintah akan memberikan bantuan biaya pendidikan secara penuh. Bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementrans dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). "Kami pastikan akan memberi bantuan berupa beasiswa bagi adik perempuan korban hingga selesai pendidikan sarjana," ujar Iftitah.
Selain bantuan pendidikan, Kementrans juga akan memberikan baju batik terbaik bagi keluarga yang ditinggalkan. Batik ini akan digunakan pada momen wisuda almarhum yang dijadwalkan pada Maret 2026 mendatang. "Kami juga akan memberikan batik terbaik bagi orang tua dan saudara korban agar digunakan pada wisuda almarhum pada Maret 2026 mendatang," tambah Iftitah.
Pihak kampus ITS turut menyerahkan ijazah almarhum kepada keluarga. Penyerahan ini sekaligus secara simbolis memberikan gelar sarjana bagi Abdul Rohid. Ini merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan akademis dan pengabdiannya.
Misi Ekspedisi Patriot Transmigrasi
Program Ekspedisi Patriot Transmigrasi Kementrans merupakan salah satu inisiatif penting lembaga. Program ini bertujuan untuk melaksanakan pemerataan sumber daya manusia (SDM) di seluruh Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui pendistribusian SDM unggul dan terpilih.
Relawan seperti Abdul Rohid didistribusikan menuju 154 daerah transmigrasi di seluruh Indonesia. Mereka bertugas melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi. Tujuannya adalah untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.
Kehadiran para patriot transmigrasi ini diharapkan mampu membawa perubahan positif. Mereka membantu mengidentifikasi peluang dan tantangan di daerah-daerah tersebut. Kontribusi mereka sangat vital dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.
Sumber: AntaraNews