Jurus BUMN Peruri Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
Melalui sesi workshop, brainstorming bisnis, dan promosi produk UMKM, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan pengetahuan.
Perusahaan BUMN pencetak uang, Peruri mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui penguatan UMKM lokal yang seluruh pelakunya adalah perempuan. Selain menyelenggarakan pelatihan keterampilan wirausaha, perusahaan juga memfasilitasi keikutsertaan UMKM binaan dalam bazaar yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
"Kita terus berkomitmen membina pelaku UMKM, khususnya perempuan agar mampu menghadapi tantangan digitalisasi dan bersaing di pasar yang lebih luas," ucap Penanggung Jawab Strategic Corporate Branding dan TJSL Peruri, Aris Wibowo dikutip di Jakarta, Jumat (25/4).
Perusahaan belum lama ini juga menggelar kegiatan 'Womenpreneurs for Golden Indonesia' di Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA).
"Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi kalangan perempuan, baik dari unsur Dharma Wanita maupun mahasiswa, untuk mengembangkan potensi kewirausahaan yang dimiliki," katanya.
Program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-5 (Kesetaraan Gender) dan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), yang mendorong akses setara terhadap peluang ekonomi dan peningkatan kapasitas usaha bagi perempuan.
Melalui sesi workshop, brainstorming bisnis, dan promosi produk UMKM, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta jejaring usaha antar perempuan pelaku UMKM di Karawang.
Sebagai BUMN, Peruri menjalankan perannya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM binaan, sejalan dengan arahan pemerintah agar BUMN turut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Pernah Mejeng di Pameran
Perusahaan BUMN, Peruri mengikutsertakan UMKM binaannya dalam pameran International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2025. Tujuan pelibatan UMKM binaan dalam pameran kerajinan tangan terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara ini untuk meningkatkan eksposur dan potensi bisnis UMKM, sehingga bisa membuka akses ke pasar internasional.
Terdapat empat UMKM binaan Peruri yang lolos kurasi untuk mengikuti pameran ini yaitu Paduzze (Fesyen), D'craft Indonesia (Craft), Kriti by Lusy (Fesyen), dan Sewish & Rich (Craft).
Keikutsertaan UMKM binaan Peruri mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM dan perekonomian kreatif Indonesia. Peruri mengambil peran aktif untuk memberdayakan UMKM, salah satunya dengan memberikan kesempatan untuk mempromosikan produk dan karya unggulannya di acara INACRAFT 2025.
"Dengan kesempatan ini, UMKM binaan Peruri memiliki peluang untuk memperluas jaringan bisnis, menjalin kemitraan baru, hingga mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas," kata Kepala Biro Strategic Corporate Branding dan TJSL Peruri, Ratih Sukma Pratiwi di Jakarta, Jumat (7/2).