ITDC Pastikan Kunjungan Wisatawan Bali Tetap Stabil, Okupansi Hotel Capai 85% Meski Ada Demo
Meski demonstrasi terjadi di sejumlah daerah, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) memastikan Kunjungan Wisatawan Bali dan kawasan lainnya tetap stabil. Bagaimana dampaknya terhadap okupansi hotel?
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), yang merupakan bagian dari BUMN InJourney, dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada pembatalan kunjungan wisatawan. Pernyataan ini disampaikan meskipun terjadi demonstrasi di sejumlah daerah di tanah air pada akhir Agustus 2025. Kawasan wisata yang dikelola ITDC meliputi The Nusa Dua di Kabupaten Badung, Bali, Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Golo Mori di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Operasi ITDC, Troy Waroka, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pembatalan signifikan dari wisatawan. Menurutnya, tingkat okupansi perhotelan di seluruh kawasan pengelolaan ITDC tetap stabil. Berbagai agenda pariwisata dan pendukungnya juga terus berjalan sesuai rencana, di tengah dinamika demokrasi yang terjadi.
Pemerintah telah memberikan jaminan bahwa kondisi keamanan di Indonesia sudah kondusif. Jaminan ini sangat mendukung geliat pariwisata, khususnya di kawasan-kawasan yang dikelola oleh ITDC. Stabilitas ini menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para pengunjung, baik domestik maupun internasional.
Okupansi Hotel Tetap Tinggi di Kawasan ITDC
Stabilitas okupansi hotel di kawasan kelolaan ITDC menjadi bukti ketahanan sektor pariwisata. Di The Nusa Dua, Bali, misalnya, General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengungkapkan bahwa okupansi perhotelan pada Juli 2025 mencapai angka impresif 85 persen. Untuk Agustus 2025, tingkat keterisian kamar diperkirakan berada di rentang 80 persen, mengingat data hunian baru masuk setiap tanggal 10 bulan berikutnya.
Kawasan The Nusa Dua memiliki 22 hotel mewah dengan total sekitar 5.500 unit kamar yang siap menampung wisatawan. Dwiatmika menambahkan bahwa tidak hanya tidak ada pembatalan, tetapi justru terjadi peningkatan kunjungan, khususnya dari tamu domestik asal Jakarta. Turis asing juga tidak melakukan pembatalan, karena mereka menganggap Bali sebagai destinasi yang aman untuk dikunjungi.
Berbagai kegiatan pariwisata besar tetap menjadi daya tarik utama di kawasan ITDC. Di Nusa Dua, Bali, akan berlangsung Festival Nusa Dua pada 25-26 Oktober 2025, yang memadukan seni, musik, budaya, dan pameran pariwisata. Sementara itu, di kawasan Mandalika, beberapa ajang seperti lomba lari dan kejuaraan nasional balap motor sportbike akan digelar pada pekan kedua dan ketiga September 2025. Rentetan kegiatan ini membuktikan bahwa geliat pariwisata tidak terpengaruh dan terus berlanjut.
Sumber: AntaraNews