Investor Global Puji Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di WEF Davos 2026
Di tengah ketidakpastian global, investor dunia menyoroti stabilitas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang prospektif, seperti diungkapkan Menteri Investasi Rosan Roeslani pada WEF Davos 2026.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyatakan investor global memandang Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan prospektif. Penilaian tersebut mengemuka dalam rangkaian World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, pada 19-23 Januari 2026. Hal ini seiring tingginya respons positif investor terhadap kehadiran Indonesia Pavilion.
Antusiasme yang ditunjukkan investor mencerminkan kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap terjaga. Ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi dan fragmentasi geopolitik dunia. Rosan menekankan bahwa daya tarik investor sangat baik, terutama pada sektor-sektor strategis.
Bidang seperti ketahanan pangan dan transisi energi mendapatkan perhatian tinggi dari para investor. Hal ini menunjukkan potensi besar investasi di berbagai sektor di Indonesia. Kehadiran Indonesia di forum global ini menjadi momen penting untuk menarik lebih banyak investasi.
Daya Tarik Indonesia Pavilion dan Sektor Prioritas Investasi
“Jadi, memang appetite dari investor yang hadir di Indonesia Pavilion sangat baik,” kata Rosan. Ia menambahkan bahwa investor melihat Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil serta indikator-indikator lainnya sangat positif. Ini menjadi daya tarik utama bagi penanaman modal asing.
Pemerintah meresmikan Indonesia Pavilion pada Rabu (21/1/2026) sebagai bagian dari diplomasi investasi global. Paviliun ini dibuka langsung oleh Rosan, bersama CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, Duta Besar Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Sidharto Reza Suryodipuro, serta Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri Bernardino Vega.
Paviliun tersebut menyelenggarakan 13 panel diskusi dengan respons yang sangat positif dari para tamu. “Tamu-tamu senang dengan pavilion Indonesia, karena terbuka dan menarik,” ujar Rosan. Berbagai pembaruan kebijakan, regulasi, dan peluang investasi disajikan kepada investor global.
Indonesia Pavilion mengusung tema “Indonesia Endless Horizons” sepanjang perhelatan WEF Davos 2026. Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Danantara Indonesia, dan Kadin Indonesia. Ini menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra investasi kredibel dan konsisten.
Kebijakan Ekonomi Terukur dan Stabilitas Nasional
Rosan menegaskan bahwa peresmian Indonesia Pavilion menjadi momentum strategis bagi Indonesia. Ini untuk menyatakan posisinya sebagai mitra dialog dan investasi yang kredibel dan konsisten. Kehadiran terpadu pemerintah, dunia usaha, dan perwakilan diplomatik memperkuat pesan ini.
Indonesia menyampaikan pesan kesiapan untuk memperluas kerja sama ekonomi jangka panjang. Hal ini juga membuka peluang investasi yang konkret dan berkelanjutan di berbagai sektor. Kebijakan investasi yang transparan dan terukur menjadi kunci utama.
Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di WEF Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) waktu setempat, menegaskan komitmen Indonesia. Kebijakan ekonomi Indonesia dirancang secara terukur dan berbasis data. Ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan disiplin fiskal negara.
“Kebijakan kami telah dan akan selalu dirancang secara tepat,” ujar Presiden Prabowo. Pendekatan ini dinilai menjadi kunci dari ketahanan ekonomi nasional. Ini sangat penting di tengah ketidakpastian global yang terus berlanjut. Stabilitas nasional ini terwujud karena pilihan konsisten Indonesia mengedepankan persatuan, kolaborasi, dan hubungan bersahabat.
Sumber: AntaraNews