Hainan Bidik Pasar Global Lewat Zona Pabean Khusus: Peluang Baru dengan Hainan Free Trade Port

Provinsi Hainan, China, akan menerapkan Hainan Free Trade Port (FTP) pada akhir 2025, membidik pasar global di luar ASEAN dengan insentif pajak dan kemudahan akses yang menarik investasi dan pariwisata.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hainan Bidik Pasar Global Lewat Zona Pabean Khusus: Peluang Baru dengan Hainan Free Trade Port
Provinsi Hainan, China, akan menerapkan Hainan Free Trade Port (FTP) pada akhir 2025, membidik pasar global di luar ASEAN dengan insentif pajak dan kemudahan akses yang menarik investasi dan pariwisata. (AntaraNews)

Provinsi Hainan, wilayah paling selatan China, secara ambisius membidik pasar di luar negara-negara ASEAN pasca penerapan zona pabean khusus, Hainan Free Trade Port (FTP), yang akan berlaku mulai 18 Desember 2025. Langkah ini merupakan bagian dari strategi keterbukaan sepihak yang ditujukan untuk menarik perhatian seluruh negara di dunia. Meskipun demikian, ASEAN tetap menjadi mitra dagang utama dan terdekat bagi Hainan, sehingga kerja sama yang lebih erat sangat diharapkan.

Sekretaris Jenderal pemerintah Provinsi Hainan, Cai Qiang, menyampaikan hal tersebut dalam acara "Hainan Open Day" di Beijing pada Sabtu (7/3). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian sidang parlemen "Dua Sesi" di China yang berlangsung dari 4 hingga 12 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, Cai Qiang menjelaskan bahwa FTP Hainan dirancang untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih terbuka dan fleksibel, guna menarik investasi global ke provinsi termuda di China ini.

Penerapan Hainan Free Trade Port akan menghadirkan perbedaan signifikan dari sistem kepabeanan di China daratan. Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada perdagangan barang, tetapi juga menawarkan kemudahan akses bagi individu, termasuk dari Asia Tenggara, untuk keperluan bisnis atau kegiatan lainnya. Dengan waktu perjalanan yang lebih singkat dan potensi biaya yang lebih rendah, Hainan berharap dapat menjadi pusat pertemuan dan kolaborasi regional.

Hainan Free Trade Port: Gerbang Keterbukaan Ekonomi Global

Hainan Free Trade Port (FTP) merupakan inisiatif keterbukaan sepihak yang didesain untuk menarik investasi dan perdagangan dari seluruh dunia, meskipun ASEAN tetap menjadi prioritas utama. Cai Qiang menekankan pentingnya ASEAN sebagai mitra dagang terbesar Hainan, dengan volume ekspor dan impor mencapai 57,91 miliar RMB pada tahun 2024. Angka ini mengukuhkan posisi ASEAN sebagai mitra dagang terbesar Hainan selama enam tahun berturut-turut, menunjukkan potensi besar untuk kolaborasi lebih lanjut.

Penerapan FTP juga membawa keuntungan signifikan bagi pelaku bisnis dan individu dari Asia Tenggara. Cai Qiang mencontohkan, staf perusahaan dari Singapura atau Malaysia yang sebelumnya harus menempuh perjalanan delapan jam dan mengurus visa untuk rapat di Beijing, kini hanya memerlukan sekitar tiga hingga empat jam penerbangan ke Hainan tanpa visa. Hal ini secara drastis mengurangi waktu dan biaya perjalanan, menjadikan Hainan pilihan yang lebih efisien untuk pertemuan regional.

Pemerintah Provinsi Hainan sangat menantikan kerja sama yang lebih luas dengan negara-negara ASEAN, termasuk dalam bidang perdagangan hijau dan ekonomi digital. Kemudahan akses dan insentif yang ditawarkan FTP diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bilateral dan regional.

Mekanisme Pabean dan Insentif Pajak Unggulan FTP Hainan

Sistem Hainan FTP menganut tiga prinsip utama untuk arus barang: "first line freer access", "second line controlled access", dan "free circulation inside the island". Prinsip "first line freer access" memungkinkan barang dari luar negeri masuk ke Hainan dengan lebih bebas, sementara "second line controlled access" memastikan pengawasan ketat terhadap barang yang bergerak dari Hainan ke China daratan. Adapun "free circulation inside the island" menjamin pergerakan barang yang bebas di dalam pulau Hainan.

Kebijakan ini mencakup penerapan tarif nol untuk banyak barang impor, termasuk peralatan produksi dan bahan baku yang digunakan perusahaan. Sebanyak 6.637 jenis barang, atau sekitar 74 persen dari total 8.960 kode tarif di China, kini mendapat tarif impor nol persen di Hainan. Namun, beberapa barang tetap dikenakan tarif untuk melindungi industri domestik. Pengawasan ketat diperlukan pada "second line" untuk mencegah potensi penyelundupan akibat kebijakan tarif nol ini.

Selain itu, barang yang diproduksi di Hainan dengan bahan impor dan memiliki nilai tambah lokal minimal 30 persen dapat masuk ke China daratan tanpa bea masuk. Aturan ini dirancang untuk mendorong pengembangan industri manufaktur dan pemrosesan di Hainan. FTP juga menawarkan insentif pajak yang menarik, seperti Pajak Penghasilan badan sekitar 15 persen untuk industri tertentu, jauh lebih rendah dari tarif nasional 25 persen. Pekerja yang memenuhi syarat juga dapat menikmati Pajak Penghasilan (PPh) maksimal 15 persen.

Dampak FTP bagi Warga dan Wisatawan di Hainan

Bagi penduduk Pulau Hainan yang memiliki KTP, izin tinggal, atau kartu jaminan sosial, terdapat kuota belanja bebas bea tahunan sebesar 10.000 RMB untuk barang yang tercantum dalam daftar positif. Kebijakan ini memungkinkan warga membeli barang impor dengan harga 8-20 persen lebih murah dibandingkan di China daratan. Insentif ini secara signifikan menurunkan biaya impor bahan baku, barang modal, dan komponen, sehingga menekan biaya produksi secara keseluruhan bagi perusahaan.

Sektor pariwisata juga mendapatkan keuntungan besar dari FTP. Wisatawan yang datang ke Hainan dapat berbelanja di toko bebas bea dengan manfaat lebih, seperti perluasan jenis barang bebas bea dan penerapan skema "buy and pick-up immediately". Pada tahun 2025, Hainan menerima 1,5 juta wisatawan mancanegara, meningkat 35,2 persen, dengan sekitar sepertiga di antaranya berasal dari Rusia.

Peningkatan jumlah wisatawan ini didukung oleh kebijakan bebas visa bagi warga dari 86 negara. Secara khusus, terdapat bebas visa Hainan untuk 59 negara, termasuk 10 negara ASEAN, dengan durasi tinggal hingga 30 hari. Kebijakan ini semakin memperkuat daya tarik Hainan sebagai destinasi wisata dan pusat perdagangan internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi