Inovasi PLTGU Tambak Lorok, Bisa Kurangi Konsumsi Gas Hingga 61 Persen
PLTGU Tambak Lorok berfungsi sebagai tulang punggung sistem kelistrikan di Jawa Tengah dan DIY.
Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok yang dikelola oleh PLN Indonesia Power menerapkan teknologi canggih dengan efisiensi bahan bakar mencapai 61 persen. Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN IP, Purnomo, menyatakan bahwa PLTGU Tambak Lorok berfungsi sebagai tulang punggung sistem kelistrikan di Jawa Tengah dan DIY, serta menjadi pelopor dalam penerapan teknologi yang ramah lingkungan.
"PLTGU Tambak Lorok Blok 3 milik PLN IP ini berkapasitas 779 MW, menggunakan teknologi modern, emisi rendah yang menyokong sistem kelistrikan JAMALI," ungkap Purnomo pada Senin (10/11).
Ia menambahkan bahwa PLTGU Tambak Lorok Blok 3 memiliki keunggulan dengan efisiensi tertinggi yang mencapai 61 persen, emisi rendah, serta ramp rate tercepat di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Penggunaan teknologi mutakhir ini juga berhasil menekan emisi karbon hingga 671 ribu ton per tahun, yang setara dengan penyerapan karbon oleh lebih dari 1,25 juta pohon.
"Keberhasilan proyek Blok 3 yang mampu menekan emisi dan meningkatkan efisiensi menjadi bukti nyata komitmen PLN Indonesia Power terhadap target Net Zero Emission 2060," jelas Purnomo.
Menurut Purnomo, hasil inovasi ini menegaskan pentingnya peran strategis PLTGU Tambak Lorok dalam transformasi energi nasional. Dengan teknologi yang efisien dan komitmen terhadap pengelolaan lingkungan, PLN Indonesia Power tidak hanya menjamin keandalan pasokan listrik, tetapi juga berfungsi sebagai penggerak menuju era energi bersih.
Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Tambak Lorok
PLTGU Tambak Lorok memiliki kapasitas netto mencapai 1.697 megawatt dan berfungsi sebagai penopang utama dalam sistem kelistrikan di Jawa Tengah. Pembangkit ini menyuplai sekitar 42 persen dari total kebutuhan listrik untuk Sub Sistem Tanjung Jati dan Ungaran, sehingga menjadi salah satu aset penting dalam menjaga keandalan pasokan energi.
"Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik di Jawa Tengah dan DIY, PLN IP milik hadir sebagai tulang punggung pasokan energi yang andal dan ramah lingkungan. Pembangkit ini memastikan jutaan rumah tangga, fasilitas publik, dan sektor industri tetap beroperasi tanpa gangguan, sekaligus mendukung upaya pemerintah menuju transisi energi bersih," ungkap Flavianus Erwin Putranto, Senior Manager UBP Semarang.
Ia juga menambahkan bahwa UBP Semarang memiliki peran yang sangat strategis dalam sistem kelistrikan Jawa Tengah, berfungsi sebagai pembangkit black start untuk mendukung keandalan sistem, serta menjadi satu-satunya pembangkit berbahan gas dengan fasilitas CNG di wilayah tersebut.
Dukunglah Sistem Kelistrikan di Jawa Tengah
Dalam kunjungannya ke PLTGU Tambak Lorok, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menyoroti betapa pentingnya keberadaan PLTGU Tambak Lorok untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan di Jawa Tengah. Ia menyatakan bahwa pembangkit ini menggunakan teknologi modern dengan total kapasitas lebih dari 1,6 GW, menjadikannya sebagai contoh terbaik dari jenis pembangkit serupa di Indonesia.
PLTGU Tambak Lorok juga memiliki peranan yang signifikan dalam penyediaan listrik untuk kawasan JAMALI.
"Kita sebagai pelayanan publik harus selalu menjalankan keandalan pasokan listrik dan tetap menjunjung tinggi zero accident. Sekarang listrik bukan lagi barang istimewa, rasio elektrifikasi dihitung dari nyala listrik-listrik rumah tangga. Tantangan swasembada energi, hal ini ditunjukan dari konsumsi listrik per kapita masih rendah di region ASEAN. Melihat hal itu, maka kita concern dan terus mengawal sektor energi khususnya kelistrikan di Indonesia," ujarnya.