Ini Dampak yang Akan Muncul Saat Driver Ojol Berubah Status dari Mitra Jadi Karyawan
Aplikator layanan transportasi online tengah mempertimbangkan ulang usulan perubahan status kemitraan.
Aplikator layanan transportasi online tengah mempertimbangkan ulang usulan perubahan status kemitraan para mitra pengemudi ojek online (ojol) menjadi pegawai. Perubahan ini dinilai dapat berisiko mengurangi jumlah driver serta pendapatan mereka secara signifikan.
Direktur Bisnis inDrive Indonesia, Ryan Rwanda, memperkirakan bahwa sekitar 90 persen mitra pengemudi akan mengakhiri kemitraan mereka jika status mereka diubah menjadi pegawai. Pasalnya, perusahaan aplikator diwajibkan untuk memberikan berbagai hak pekerja formal, seperti asuransi ketenagakerjaan dan kesehatan, yang akan membebani perusahaan.
“Perhitungan kami, jika status mereka menjadi pegawai, hanya sekitar 10–13 persen driver yang akan tetap aktif. Pengurangan pendapatan mereka bisa mencapai 7 persen per bulan,” ujar Ryan dalam sesi bincang-bincang bersama Menteri Perhubungan (Menhub) di Jakarta, Senin (19/5).
Dia juga menambahkan bahwa perubahan ini akan berdampak pada ekosistem yang lebih luas, seperti pedagang UMKM yang bergantung pada platform online. Pasalnya, jika mitra ojol diangkat menjadi pegawai tetap, mereka akan terikat dengan jam kerja yang lebih ketat.
Hilang Kebebasan
Sementara itu, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, mengungkapkan bahwa kebebasan para mitra driver akan hilang jika mereka diangkat menjadi pegawai tetap. Dalam sistem kemitraan yang ada saat ini, driver ojol dapat memilih untuk bekerja atau tidak, memberikan fleksibilitas waktu yang tidak dimiliki oleh pegawai tetap.
"Kami sebenarnya menjadi bantalan sosial bagi mereka yang membutuhkan penghasilan tambahan, seperti mahasiswa atau mereka yang sedang menunggu panggilan kerja. Dengan fleksibilitas ini, mereka bisa memilih kapan bekerja dan kapan tidak," jelas Tirza.
Senada dengan pendapat Tirza, Presiden On-Demand Services GoTo, Catherine Hindra Sutjahyo, menekankan bahwa model kemitraan dengan driver ojol justru memberikan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Dengan sistem kemitraan yang ada, lebih banyak orang dapat bergabung dengan ekosistem ini dan mencari pendapatan tambahan.
Dengan pertimbangan tersebut, para aplikator layanan transportasi online masih harus mempertimbangkan dampak jangka panjang dari perubahan status kemitraan ini terhadap jumlah driver dan ekosistem yang lebih luas.