Industri Makanan Ringan Diprediksi Melonjak, Ditopang Ramadan dan Lebaran 2026
Sejalan dengan itu, pasar makanan ringan diperkirakan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, didorong oleh pertumbuhan kelas menengah.
Industri makanan ringan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Memasuki 2026, camilan bukan lagi sekadar pengganjal lapar, tapi sudah menjadi bagian dari keseharian dan gaya hidup masyarakat. Permintaan terhadap produk praktis, enak, dan bernilai gizi semakin meningkat.
Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), industri makanan dan minuman nasional tumbuh sekitar 6,49 persen hingga kuartal III 2025, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 5 persen.
Sejalan dengan itu, pasar makanan ringan diperkirakan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, didorong oleh pertumbuhan kelas menengah dan kebiasaan konsumsi camilan dalam porsi kecil namun lebih sering.
Momentum konsumsi juga diperkuat oleh momen musiman seperti Ramadan dan Idul Fitri, serta meningkatnya peran e-commerce yang mendorong transaksi produk FMCG sepanjang tahun 2025.
Melihat besarnya potensi pasar tersebut, PT Dua Kelincii kini berinovasi, baik dari sisi produk maupun strategi pemasarannya. Salah satunya dengan menghadirkan kemasan baru dengan tampilan yang lebih segar, modern, dan relevan dengan gaya hidup konsumen saat ini.
Marketing Deputy Director PT Dua Kelinci, Emmanuel Dean mengatakan bahwa 2026 menjadi era hyper-personalization, di mana produsen tidak lagi bisa menggunakan pendekatan yang sama untuk semua konsumen (one size fits all).
"Preferensi konsumen sekarang jauh lebih beragam dan teredukasi. Dulu camilan sehat sering dianggap kurang enak. Tantangan kami saat ini adalah menghadirkan produk yang tetap gurih, tetapi juga memiliki nilai fungsional dan terasa guilt-free," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/2).
Strategi Pemasaran
Emmanuel memproyeksikan kategori kacang kulit dan biji-bijian seperti kacang koro dan polong akan mengambil porsi pasar yang semakin besar karena kandungan protein dan serat alaminya yang berperan dalam menjaga stamina dan metabolisme tubuh.
Menurut Emmanuel, pemasaran saat ini bukan lagi sekadar komunikasi satu arah. Brand harus membangun keterlibatan melalui komunitas, hobi, hingga olahraga.
Pembaruan ini tidak hanya soal visual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Dua Kelinci untuk tetap relevan dalam menemani berbagai momen kebersamaan keluarga Indonesia yang semakin beragam.
"Bagi kami, kebersamaan adalah tentang hadir dan berbagi momen meski preferensi tiap orang berbeda. Seperti varian Kacang Dua Kelinci, mulai dari kacang kulit, kacang koro, kacang polong, hingga kacang campur, yang menjadi simbol keberagaman dalam kebersamaan tersebut," katanya.
Bagi-Bagi THR Jelang Ramadan
Sejalan dengan semangat itu, perusahaan mengajak keluarga Indonesia untuk berbagi cerita kebersamaan melalui kuis digital bertajuk 'Album Keluarga Dua Kelinci' dalam menyambut bulan Ramadan.
Program ini mengajak keluarga mengabadikan momen sederhana mereka bersama Kacang Dua Kelinci, dengan kesempatan mendapatkan apresiasi berupa hadiah menarik.
Dalam program ini, lima keluarga terpilih akan memperoleh kesempatan mendapatkan uang THR belanja senilai Rp10 juta per keluarga sekaligus berkolaborasi dalam pembuatan konten bersama Dua Kelinci. Selain itu, 20 keluarga lainnya akan mendapatkan e-wallet masing-masing senilai Rp1 juta. Periode program ini dimulai dari 10 Februari 2026 - 25 Maret 2026.