Hutama Karya Alihkan Lalu Lintas Pekanbaru untuk Pembangunan Jembatan Overpass Tol Lingkar
PT Hutama Karya (Persero) memberlakukan pengalihan lalu lintas di Pekanbaru mulai 8 Januari 2026 untuk mendukung pembangunan Jembatan Overpass Tol Lingkar Pekanbaru, memastikan keselamatan dan kelancaran proyek.
PT Hutama Karya (Persero) atau HK telah memberlakukan pengaturan lalu lintas berupa pengalihan jalur sementara (detour) di Pekanbaru. Pengalihan ini dilakukan pada Jalan Ruas Simpang Palas-Batas Kota Pekanbaru Kilometer 17+500.
Langkah ini diambil untuk mendukung kelanjutan pekerjaan pembangunan Jembatan "Overpass" yang merupakan bagian dari Proyek Tol Lingkar Pekanbaru di Provinsi Riau. Pengalihan jalur dari jalan eksisting ke detour ini akan berlangsung mulai 8 Januari hingga 18 September 2026.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyatakan bahwa pengaturan lalu lintas ini merupakan upaya mitigasi krusial. Tujuannya adalah untuk menjamin keselamatan para pengguna jalan selama proses konstruksi berlangsung serta mendukung efisiensi pelaksanaan proyek di lapangan.
Koordinasi dan Fasilitas Pengalihan Jalur
Mardiansyah menjelaskan bahwa Hutama Karya telah berkoordinasi erat dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran dan keamanan lalu lintas. Kolaborasi dilakukan bersama Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Riau Kementerian Perhubungan, Ditlantas Polda Riau, Satlantas Polres Kampar, Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau Kementerian Pekerjaan Umum, serta Dinas Perhubungan Provinsi Riau.
Jalur detour yang digunakan untuk pengalihan lalu lintas Pekanbaru ini berlokasi di sisi jalan eksisting dan telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Fasilitas tersebut meliputi rambu-rambu lalu lintas, marka jalan yang jelas, penerangan yang memadai, serta perangkat keselamatan lainnya untuk memandu pengguna jalan.
Selain itu, Hutama Karya juga menyiagakan petugas pengatur lalu lintas di titik-titik krusial sepanjang jalur detour. Keberadaan petugas ini bertujuan untuk membantu mengarahkan kendaraan dan memastikan arus lalu lintas tetap aman serta terkendali selama periode pekerjaan konstruksi jembatan overpass berlangsung.
Jalan yang terdampak pengalihan ini merupakan jalur penting yang menghubungkan Kota Pekanbaru menuju Minas, Kabupaten Siak. HK terus melakukan sosialisasi melalui berbagai kanal komunikasi untuk memastikan informasi pengalihan jalur tersampaikan secara luas kepada masyarakat pengguna jalan.
Peran Strategis Tol Lingkar Pekanbaru
Proyek Tol Lingkar Pekanbaru, yang memiliki panjang sekitar 30,5 kilometer, merupakan bagian integral dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Ruas ini termasuk dalam koridor Pekanbaru–Rengat dan akan terhubung langsung dengan Tol Pekanbaru–Bangkinang serta Tol Pekanbaru–Dumai, menciptakan konektivitas yang lebih baik di wilayah tersebut.
Tol Lingkar Pekanbaru memiliki peran vital dalam mengatasi kemacetan yang sering terjadi di wilayah perkotaan Pekanbaru. Selain itu, keberadaan tol ini juga diharapkan dapat memperlancar arus logistik menuju berbagai kawasan industri yang ada di Provinsi Riau, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Setelah beroperasi penuh, Tol Lingkar Pekanbaru diperkirakan akan secara signifikan memangkas waktu tempuh perjalanan. Contohnya, rute dari kawasan Panam menuju Kubang Raya atau Bangkinang yang semula memakan waktu sekitar 60 menit, akan terpangkas menjadi hanya 20–25 menit.
Efisiensi waktu tempuh ini tidak hanya akan meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung efisiensi pergerakan barang. Hal ini akan memberikan dampak positif terhadap sektor transportasi dan logistik di Riau, serta mempercepat distribusi komoditas.
Hutama Karya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat pengalihan lalu lintas ini. Masyarakat diimbau untuk selalu mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan konstruksi.
Pengguna jalan juga diminta untuk menjaga jarak aman antar kendaraan serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan dari petugas di lapangan. Kepatuhan ini penting demi memastikan perjalanan tetap aman, lancar, dan meminimalisir risiko kecelakaan selama periode pengalihan berlangsung.
Sumber: AntaraNews