Harga Emas Pegadaian Terbaru 18 Januari 2026, UBS dan Galeri24 Kompak Turun
Berikut adalah daftar harga emas Pegadaian, baik yang diproduksi oleh UBS maupun Galeri24, yang berlaku pada hari Minggu, 18 Januari 2026.
Pada hari Minggu, 18 Januari 2026, harga emas yang diproduksi oleh UBS dan Galeri24 di Pegadaian mengalami penurunan. Kedua produk logam mulia tersebut mengalami penurunan harga antara Rp7.000 hingga Rp10.000.
Untuk emas UBS, harga per gramnya kini menjadi Rp2.739.000, turun sebesar Rp10.000 dari harga sebelumnya yang mencapai Rp2.749.000. Sementara itu, harga jual emas Galeri24 juga mengalami penyesuaian, turun Rp7.000 menjadi Rp2.688.000 per gram dari harga sebelumnya Rp2.695.000.
Emas Galeri24 tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Di sisi lain, emas UBS juga dijual dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram.
Galeri24
- 0,5 gram: Rp 1.410.000
- 1 gram: Rp 2.688.000
- 2 gram: Rp 5.297.000
- 5 gram: Rp 13.143.000
- 10 gram: Rp 26.216.000
- 25 gram: Rp 65.378.000
- 50 gram: Rp 130.653.000
- 100 gram: Rp 261.177.000
- 250 gram: Rp 651.337.000
- 500 gram: Rp 1.302.673.000
- 1.000 gram: Rp 2.605.344.000
UBS
- 0,5 gram: Rp 1.481.000
- 1 gram: Rp 2.739.000
- 2 gram: Rp 5.437.000
- 5 gram: Rp 13.434.000
- 10 gram: Rp 26.726.000
- 25 gram: Rp 66.685.000
- 50 gram: Rp 133.095.000
- 100 gram: Rp 266.085.000
- 250 gram: Rp 665.016.000
- 500 gram: Rp 1.328.471.000
Penyebab Harga Emas dan Perak Turun
Sebelumnya, harga emas mengalami penurunan lebih dari 1% dalam perdagangan pada hari Jumat (Sabtu waktu Jakarta), 16 Januari 2026. Penurunan harga emas dunia ini terjadi karena investor mulai merealisasikan keuntungan setelah logam mulia tersebut mencapai rekor tertinggi baru-baru ini.
Selain itu, tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik juga mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe-haven. Mengutip CNBC, pada Sabtu (17/1), harga emas spot tercatat turun 0,2% menjadi USD 4.606,54 per ounce.
Meskipun demikian, logam mulia ini masih berpotensi untuk menguat dalam dua minggu berturut-turut, dengan kenaikan sekitar 1,9% setelah mencapai puncak rekor USD 4.642,72 pada Rabu pekan ini.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup dengan penurunan 0,6% di posisi USD 4.595,40.
"Ini adalah penurunan umum di kompleks komoditas setelah berminggu-minggu mengalami kenaikan agresif, dengan beberapa aksi ambil untung. De-eskalasi ketegangan Timur Tengah juga telah menghilangkan sebagian premi geopolitik pada emas dan logam lainnya, terutama perak," ujar Analis Marex, Edward Meir.
Penurunan ini menunjukkan bahwa meskipun harga emas sempat melonjak, faktor-faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik dan aksi ambil untung dari investor berkontribusi pada fluktuasi harga yang terjadi saat ini.
Ketegangan Geopolitik Meningkat
Ketegangan di arena geopolitik tampaknya mulai mereda, terutama setelah protes yang berlangsung di Iran juga mengalami penurunan. Dalam konteks ini, Presiden AS, Donald Trump, memilih untuk mengambil sikap menunggu dan melihat, sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, berusaha untuk menengahi situasi di Iran guna meredakan ketegangan yang ada.
Di sektor perdagangan, Amerika Serikat (AS) dan Taiwan berhasil mencapai kesepakatan pada hari Kamis yang lalu. Kesepakatan ini mencakup penurunan tarif pada berbagai ekspor semikonduktor dari Taiwan, serta mendorong investasi baru dalam teknologi AS, meskipun langkah ini berisiko memicu kemarahan dari China.
Di sisi lain, Federal Reserve (the Fed) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap hingga paruh pertama tahun 2026, dengan pemangkasan pertama sebesar 25 basis poin (bps) yang diperkirakan terjadi pada bulan Juni, berdasarkan data yang dihimpun oleh LSEG.
Perkiraan Harga Emas Global
Emas sebagai aset yang aman sering kali menunjukkan kinerja yang baik saat terjadi ketidakpastian dalam geopolitik dan ekonomi, terutama ketika suku bunga berada pada tingkat rendah. "Saya masih berpikir kita memiliki peluang untuk mencapai USD 5.000 suatu saat tahun ini, diselingi dengan koreksi besar di antaranya," ujar Meir. Hal ini menunjukkan optimisme terhadap potensi harga emas meskipun ada fluktuasi yang mungkin terjadi.
Sementara itu, harga perak spot mengalami penurunan sebesar 3,6% menjadi USD 89,00 per ons. Meskipun demikian, perak masih berada dalam jalur kenaikan mingguan lebih dari 12% setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar USD 93,57 pada sesi sebelumnya.
JPMorgan dalam catatannya pada hari Jumat menyatakan bahwa meningkatnya risiko dari pelonggaran pasokan di luar AS, arus keluar ETF, serta permintaan industri yang lebih lemah dan pembatasan perdagangan yang lebih ketat di China, membuat perak rentan terhadap kemungkinan koreksi yang tajam.
Harga platinum spot juga mengalami penurunan sebesar 3,8% menjadi USD 2.303,40 per ons, meskipun masih menuju kenaikan mingguan. Di sisi lain, harga paladium mengalami penurunan sebesar 2,4% menjadi USD 1.831 per ons. Penurunan harga-harga logam mulia ini menunjukkan dinamika pasar yang kompleks dan perlu diwaspadai oleh para investor.