Gubernur Khofifah Ajak REI Jatim Percepat Penyediaan Hunian Layak MBR di Jawa Timur
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendorong REI Jatim untuk memperkuat sinergi dalam percepatan penyediaan hunian layak MBR, menyoroti kontribusi signifikan pengembang dan program FLPP di Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Jatim untuk meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah. Tujuannya adalah mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di provinsi ini.
Pembangunan sektor perumahan dianggap strategis karena tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Ini dicapai melalui penyediaan rumah yang terjangkau dan berkualitas.
Khofifah juga mengapresiasi peran aktif seluruh jajaran REI Jatim yang selama ini mendukung pembangunan sektor perumahan dan permukiman. Beliau menekankan pentingnya kontribusi para pengembang dalam menciptakan lapangan kerja dan menyediakan hunian yang layak.
Kontribusi Signifikan Pengembang dalam Hunian MBR
Para pengembang di Jawa Timur telah menunjukkan kontribusi yang cukup signifikan dalam penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hal ini tercermin dari data perencanaan dan pembangunan unit rumah MBR yang terus bertumbuh.
Tercatat sebanyak 32.384 unit rumah MBR direncanakan dan telah dibangun oleh para pengembang di Jawa Timur. Angka ini menunjukkan komitmen kuat dari sektor swasta dalam mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat.
Rinciannya, sebanyak 6.947 unit merupakan rumah siap huni (ready stock), 10.087 unit sedang dalam proses pembangunan. Sementara itu, 15.350 unit lainnya direncanakan untuk dibangun pada tahun 2026, menggambarkan progres berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan hunian.
Dukungan Pemerintah Melalui Program FLPP
Pemerintah telah menghadirkan berbagai kebijakan strategis untuk mempercepat pembangunan sektor perumahan, salah satunya melalui program pembangunan tiga juta rumah. Program ini menargetkan satu juta rumah di kawasan perkotaan dan dua juta rumah di kawasan pedesaan.
Penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Jawa Timur juga mencatat capaian yang signifikan. Ini menunjukkan efektivitas program pemerintah dalam membantu MBR memiliki rumah impian mereka.
Pada periode 2023 hingga 2025, sebanyak 45.543 unit rumah telah tersalurkan melalui FLPP di Jawa Timur, dengan nilai pembiayaan mencapai sekitar Rp5,3 triliun. Hingga Januari 2026, penyaluran FLPP di provinsi ini telah mencapai 795 unit, menjadikannya salah satu kontributor terbesar secara nasional.
Sinergi Kuat untuk Jawa Timur yang Lebih Sejahtera
Gubernur Khofifah berharap REI Jatim dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat. Fokus utamanya adalah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, karena sinergi ini krusial untuk mencapai target pembangunan.
Beliau juga berharap momentum kebersamaan, terutama di bulan suci Ramadhan, dapat semakin mempererat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat. Tujuannya adalah membangun Jawa Timur yang lebih sejahtera, inklusif, dan penuh keberkahan bagi semua.
Melalui kebersamaan dan sinergi yang kuat, pemerintah optimistis dapat menghadirkan lebih banyak hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Jawa Timur di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews