Garap Hilirisasi Aluminium, Inalum Teken Kerja Sama Global dalam Perhelatan World Expo 2025 di Osaka
Business matching ini merupakan agenda yang sangat penting dalam penguatan bisnis ke depan bersama dengan mitra.
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) resmi menandatangani Heads of Agreement (HoA) dengan Perusahaan Energi dan Komoditas, Vitol terkait dengan offtake proyek smelter 2 di World Osaka Expo 2025. Inalum juga melakukan penguatan kerja sama global strategis dengan Tiberius bersama Panasonic mengenai pengembangan pasar aluminium Indonesia di Jepang.
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita menyebut bahwa potensi hilirisasi aluminium di Indonesia masih sangat tinggi dan membutuhkan komitmen dari banyak pemangku kepentingan. Dengan potensi besar tersebut, perusahaan membuka peluang kepada setiap pihak yang ingin berkolaborasi dengan Inalum dalam pengembangan ekosistem komoditas bauksit-alumina-aluminium di Indonesia.
"Indonesia punya potensi luar biasa di sektor aluminium, apalagi dengan agenda hilirisasi yang sedang digenjot pemerintah. Bagi Inalum, kerja sama ini bukan semata soal modal. Ada komitmen jangka panjang untuk membangun industri aluminium rendah karbon, mendukung transisi energi bersih, sekaligus membuka lapangan kerja dan pasar baru," ujar Melati Sarnita dikutip di Jakarta, Jumat (26/9).
Penandatanganan (Head of Agreement) antara Inalum & Vitol dilakukan oleh Melati Sarnita dan Soichiro Kihara disaksikan langsung oleh perwakilan Pemerintah dan mitra internasional. Setelah penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan business matching potensi kolaborasi dengan semangat keberlanjutan rantai pasok dan industri aluminium Indonesia yang dilakukan bersama Tiberius dan Panasonic.
Business matching ini merupakan agenda yang sangat penting dalam penguatan bisnis ke depan bersama dengan mitra.
Saat ini, Inalum sedang melakukan 3 aksi korporasi besar dalam rangka pengembangan hilirisasi industri aluminium nasional antara lain yaitu Optimalisasi Smelter Kuala Tanjung dengan target meningkatkan kapasitas produksi dan Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery yang kedua di Kalimantan Barat, dan Rencana Pembangunan Smelter Aluminium Baru.
Beri Kontribusi Ekonomi untuk Indonesia
Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama menyampaikan langkah pembukaan kerja sama global merupakan kesatuan ikhtiar MIND ID agar dapat memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi ekonomi Indonesia.
Semakin banyak investor global yang ikut berkontribusi dalam pengembangan hilirisasi mineral, maka akan semakin besar manfaat ekonomi yang diterima Indonesia, baik dalam hal penyerapan tenaga kerja, maupun nilai tambah ekonomi yang tercipta di masa depan.
"Industri pertambangan mineral indonesia memiliki potensi pengmbangan yang besar. Kami berupaya memastikan agar dampak hilirisasi aluminium yang dihasilkan dapat lebih optimal dan mampu menjawab harapan yang dimandatkan oleh Pemerintah, yakni menuju Indonesia Emas 2045," ungkap Pria Utama.