Gajinya Tembus Miliaran Rupiah, Profesi Bidan Jadi Profesi Paling Diincar di Negara Maju
Profesi bidan kini tak hanya menjadi panggilan kemanusiaan, tetapi juga peluang emas bagi mereka yang ingin berkarier secara internasional.
Profesi bidan tak hanya berperan penting dalam proses persalinan, tetapi juga menjadi garda depan dalam layanan kesehatan reproduksi perempuan. Mulai dari memberikan konseling hingga layanan kontrasepsi, peran bidan terbukti vital dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi.
Tak heran jika keberadaan bidan sangat dibutuhkan di berbagai belahan dunia, terutama di negara-negara maju. Menurut data World Health Organization (WHO), kebutuhan tenaga bidan secara global diprediksi terus meningkat dan akan mencapai kekurangan sebanyak 900.000 orang pada tahun 2030.
Kebutuhan tersebut tidak hanya datang dari negara berkembang, namun justru banyak disuarakan oleh negara maju seperti Inggris, Kanada, Norwegia, Belanda, hingga Amerika Serikat. Negara-negara tersebut bahkan secara aktif membuka kesempatan kerja bagi bidan asing karena tingginya permintaan yang tak sebanding dengan jumlah tenaga lokal yang tersedia.
Tawaran Gaji Bidan di Eropa
Laporan dari situs lowongan kerja internasional Indeed menunjukkan bahwa gaji bidan di Eropa tergolong sangat menggiurkan. Di Inggris, seorang bidan bisa mengantongi penghasilan pokok hingga £31.365 per tahun atau sekitar Rp685 juta, belum termasuk insentif dan tunjangan lainnya.
Sementara itu, di Kanada, Norwegia, dan Belanda, gaji tahunan profesi bidan bisa mencapai lebih dari USD 80.000 atau sekitar Rp1,31 miliar. Angka yang tentunya sangat menjanjikan bagi para tenaga medis profesional dari negara lain, termasuk Indonesia.
Amerika Serikat pun tak ketinggalan. Rata-rata gaji bidan di Negeri Paman Sam mencapai USD 69.110 per tahun atau setara Rp1,13 miliar. Besaran gaji ini dapat meningkat tergantung pada pengalaman, lokasi praktik, serta spesialisasi yang dimiliki.
Dengan tingginya kebutuhan global serta tawaran penghasilan yang kompetitif, profesi bidan kini tak hanya menjadi panggilan kemanusiaan, tetapi juga peluang emas bagi mereka yang ingin berkarier secara internasional.