Fakta Menarik: Negosiasi 9 Tahun I-EU CEPA, Indonesia Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi ASEAN Uni Eropa
Indonesia aktif mendorong penguatan Kerja Sama Ekonomi ASEAN Uni Eropa di tengah tantangan global. Wamen Perdagangan RI Dyah Roro Esti menyoroti pentingnya integrasi ekonomi yang lebih dalam. Apa saja poin pentingnya?
Indonesia secara aktif menegaskan komitmennya untuk mempererat hubungan ekonomi antara negara-negara anggota ASEAN dan Uni Eropa. Dukungan ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti, dalam sebuah forum penting di Kuala Lumpur, Malaysia, akhir September lalu. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi kedua kawasan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Roro Esti saat menghadiri Pertemuan Konsultasi Menteri Ekonomi ASEAN dan Komisioner Perdagangan Uni Eropa (AEM-EU Trade Commissioner Consultation) ke-21. Forum ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) ke-57 yang berlangsung pada 22-26 September. Indonesia melihat kerja sama yang lebih erat sebagai kunci untuk mencapai integrasi ekonomi yang lebih mendalam dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Roro Esti juga menyoroti pentingnya penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Partnership Agreement (I-EU CEPA). Perjanjian ini telah melalui proses negosiasi yang panjang, hampir sembilan tahun lamanya, dan diharapkan dapat segera ditandatangani. Penandatanganan I-EU CEPA akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ikatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa.
Mendorong Integrasi Ekonomi Melalui I-EU CEPA
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti secara tegas menyatakan dukungan penuh Indonesia terhadap peningkatan kerja sama ekonomi antara ASEAN dan Uni Eropa. Beliau menekankan bahwa Indonesia siap bekerja secara konstruktif dengan semua negara anggota ASEAN dan mitra Uni Eropa. Tujuannya adalah untuk menjajaki dan mencapai integrasi ekonomi yang lebih dalam, yang akan menguntungkan kedua belah pihak.
Salah satu fokus utama dalam diskusi adalah penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Partnership Agreement (I-EU CEPA). Perjanjian komprehensif ini telah dirundingkan selama hampir sembilan tahun dan menunjukkan komitmen jangka panjang kedua belah pihak. Roro Esti menyampaikan apresiasi atas kemajuan yang telah dicapai dan berharap agar penandatanganan perjanjian tersebut dapat segera direalisasikan. I-EU CEPA diharapkan dapat membuka peluang baru bagi perdagangan dan investasi.
Penyelesaian I-EU CEPA akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Perjanjian ini mencakup berbagai sektor, mulai dari perdagangan barang dan jasa hingga investasi dan kerja sama ekonomi lainnya. Dengan adanya kerangka kerja yang jelas, pelaku usaha dari kedua belah pihak akan mendapatkan kepastian hukum dan akses pasar yang lebih luas. Ini akan mendorong peningkatan volume perdagangan dan investasi.
Menghadapi Tantangan Global dengan Sistem Perdagangan Multilateral
Pertemuan konsultasi antara Menteri Ekonomi ASEAN dan Komisioner Perdagangan Uni Eropa juga membahas tantangan ekonomi regional dan global yang sedang berlangsung. Ketegangan geopolitik saat ini telah menciptakan ketidakpastian yang signifikan, mempengaruhi stabilitas rantai pasok global. Kondisi ini menghadirkan tantangan besar bagi dunia usaha, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang rentan terhadap fluktuasi pasar.
Menanggapi situasi tersebut, Dyah Roro Esti menegaskan kembali komitmen kuat kedua pihak untuk mempertahankan sistem perdagangan multilateral. Sistem ini harus bersifat terprediksi, transparan, bebas, adil, inklusif, berkelanjutan, dan berbasis aturan. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dipandang sebagai inti dari sistem perdagangan yang diidamkan ini. Penegakan prinsip-prinsip ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi global.
Beliau menambahkan, "Dengan adanya tantangan ekonomi dan ketegangan global, maka saya rasa penting untuk membina kerja sama ekonomi yang lebih erat antara ASEAN dan Uni Eropa." Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi kolaborasi di tengah kondisi global yang tidak menentu. Kerja sama yang solid akan membantu kedua kawasan untuk lebih tangguh dalam menghadapi guncangan ekonomi dan menjaga pertumbuhan. Ini juga akan memperkuat posisi mereka di panggung ekonomi dunia.
Sumber: AntaraNews