Ekonomi Kuartal I-2025 Tumbuh di Bawah 5 Persen, Target Prabowo 8 Persen BIsa Tercapai?
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia hanya tumbuh sebesar 4,87 persen di Kuartal I-2025.
Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kementerian PPN/Bappenas, Effendi Andoko optimis target pertumbuhan ekonomi Presiden Prabowo Subianto sebesar 8 persen tetap tercapai.
Meskipun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia hanya tumbuh sebesar 4,87 persen di Kuartal I 2025.
"Alhamdulillah kita bisa mengatakan kita optimis ya ke depan itu selalu positif untuk ekonomi 8 persen sampai 2029," ujar Effendi dalam acara Innovation Summit Southeast Asia 2025 di The Energy Building, SCBD, Jakarta, Selasa (6/5).
Effendi menerangkan upaya yang ditempuh pemerintahan Prabowo untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen ialah dengan mendorong kinerja investasi. Dalam hal ini, pemerintah akan terus memudahkan kegiatan investasi untuk menarik minat investor asing maupun dalam negeri.
"Kita selalu harus membuka banyak pintu dan memfasilitasi para investasi baik itu dalam negeri maupun dari luar negeri untuk berada di Indonesia," tegasnya.
Selain itu, Presiden Prabowo juga terus memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Indonesia. Keberadaan program MBG diyakini akan mendorong aktivitas ekonomi di daerah.
"Selain bisa menaikkan ekonomi, (MBG) itu di daerah-daerah dan ketika di daerah itu mungkin lebih terhindar dari kelaparan atau kemiskinan," imbuhnya.
Selanjutnya, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial (bansos). Perbaikan data ini diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan.
"Misalnya sebagai contoh kita satu orang kita memiliki nomor KTP, SIM itu semua berbeda-beda dan itu kita ingin menjadikan itu lebih efisien, dan itu mungkin lebih ke urusan dokumen," tegasnya.
Ekonomi Kuartal I-2025 Tumbuh di Bawah 5 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal I 2025 sebesar 4,87 persen. Realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal I/2024 yang mencapai 5,11 persen secara yoy.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2025 menjadi yang terendah sejak periode yang sama di awal tahun 2021. Saat itu, ekonomi Indonesia -0,69 persen akibat pandemi Covid-19.
"Mungkin kita lihat bersama-sama, kuartal pertama tahun 2021 kita sempat mengalami kontraksi minus 0,69 persen karena pada saat itu dibandingkan dengan kondisi sebelum Covid-19," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/5).
Terkait rendahnya realisasi pertumbuhan ekonomi Kuartal 1 2025 dibandingkan Kuartal 1 2024 karena adanya momen Pilkada serentak hingga pemilihan Presiden. Hal ini berdampak pada permintaan domestik yang mengalami kenaikan drastis akibat belanja pemilu di awal tahun 2024.
Di sisi lain perayaan libur Lebaran Idulfitri pada tahun 2025 memasuki perhitungan di kuartal II 2025. Dengan ini, sumbangsih belanja kebutuhan lebaran hingga aktivitas liburan tidak berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2025.