Indonesia Siap Raih Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Reformasi Struktural Jadi Kunci Utama

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis Indonesia siap mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam dua tahun ke depan, dengan reformasi struktural berkelanjutan sebagai fondasi utamanya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Indonesia Siap Raih Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Reformasi Struktural Jadi Kunci Utama
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis Indonesia siap mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam dua tahun ke depan, dengan reformasi struktural berkelanjutan sebagai fondasi utamanya. (AntaraNews)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam dua tahun mendatang. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, pada Jumat. Untuk merealisasikan ambisi ini, reformasi struktural berkelanjutan menjadi kunci utama yang harus terus didorong oleh pemerintah.

Airlangga Hartarto menganalogikan kondisi ekonomi Indonesia seperti sebuah pesawat yang siap lepas landas, meskipun pernah terhambat faktor global pada tahun 1998. Optimisme ini didasarkan pada fondasi ekonomi yang kuat serta berbagai upaya strategis yang telah dan akan terus dilakukan pemerintah. Target pertumbuhan ekonomi 8 persen ini diharapkan dapat membawa Indonesia ke tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.

Pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen ini akan dioptimalkan melalui penggerak utama seperti belanja pemerintah dan rumah tangga, investasi bisnis, serta peran Sovereign Wealth Fund Danantara. Semua elemen ini harus beroperasi secara sinergis dan saling mendukung untuk menciptakan momentum pertumbuhan yang kuat. Kebijakan yang prediktif dan sistem keuangan yang stabil juga menjadi penopang penting.

Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat dicapai dengan mengoptimalkan sejumlah mesin pertumbuhan. Belanja pemerintah dan rumah tangga menjadi pendorong utama konsumsi domestik yang kuat. Selain itu, investasi bisnis yang terus meningkat juga berperan vital dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong produktivitas nasional.

Peran Sovereign Wealth Fund Danantara juga sangat krusial dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Lembaga ini diharapkan dapat beroperasi secara optimal dan saling mendukung dengan sektor lainnya. Kebijakan yang dapat diprediksi serta sistem keuangan yang stabil, termasuk perbankan dan pasar modal, turut menopang laju pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah juga secara aktif memaksimalkan kinerja ekspor dengan membuka akses ke berbagai negara. Sektor tekstil, misalnya, diproyeksikan dapat meningkatkan produksi hingga sepuluh kali lipat dalam sepuluh tahun ke depan jika pasar dibuka penuh. Hal ini akan menciptakan lebih banyak peluang kerja dan meningkatkan daya saing industri nasional.

Dengan investasi yang kuat, birokrasi yang disederhanakan, dan penegakan hukum yang konsisten sesuai arahan Presiden, Menteri Airlangga meyakini Indonesia memiliki fondasi yang kokoh. Fondasi ini penting untuk memasuki fase lepas landas ekonomi. Kepercayaan investor dan pelaku usaha menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi.

Di tengah perlambatan ekonomi global dan pertumbuhan dunia yang stagnan, Indonesia berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi yang impresif. Pada kuartal IV 2025, Indonesia menempati posisi kedua pertumbuhan tertinggi di antara negara G20 setelah India, dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 5,11 persen.

Perkembangan ekonomi ini juga diiringi oleh perbaikan indikator sosial yang signifikan. Tingkat kemiskinan menurun, rasio Gini membaik, pengangguran berkurang, dan penyerapan tenaga kerja meningkat. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dicapai bersifat inklusif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Untuk tahun 2026, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,4-5,6 persen, dengan fokus pada sektor pertanian, manufaktur, digital, dan energi. Sektor-sektor ini diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi. Diversifikasi sektor menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan.

Pemerintah juga mengandalkan program unggulan nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan program Tiga Juta Rumah. Program-program ini dirancang untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru yang menyerap tenaga kerja. Selain itu, program ini juga mempercepat produktivitas dan menjadi pendorong utama pembiayaan non-APBN.

Airlangga Hartarto berharap program-program ini dapat menjadi sumber pertumbuhan yang signifikan. Program-program tersebut diharapkan dapat menyerap tenaga kerja, mempercepat produktivitas, dan menjadi pendorong utama pembiayaan non-APBN, termasuk melalui Sovereign Wealth Fund Danantara. Sinergi antara program pemerintah dan investasi swasta akan menjadi kunci keberhasilan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi