Domino’s Pizza Babak Belur, Rugi Rp39 Miliar dan Tutup 312 Gerai
Penurunan kinerja tersebut mendorong perusahaan menutup total 312 gerai secara global, dengan 233 di antaranya berada di Jepang.
Raksasa makanan cepat saji Domino’s Pizza mencatatkan kerugian pertamanya sejak melantai di bursa saham, menyusul penurunan kinerja di pasar Jepang dan Prancis yang memaksa penutupan ratusan gerai.
Dalam laporan keuangan terbaru yang disampaikan ke Bursa Efek Australia (ASX), Domino’s melaporkan kerugian bersih sebesar 3,7 juta dolar Australia (sekitar Rp39 miliar) untuk tahun keuangan terakhir, berbanding terbalik dengan laba bersih 92,3 juta dolar Australia pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan kinerja tersebut mendorong perusahaan menutup total 312 gerai secara global, dengan 233 di antaranya berada di Jepang.
"Di Asia, kami mengambil keputusan sulit untuk menutup gerai-gerai yang kurang menguntungkan dan mengalihkan fokus ke strategi nilai dan frekuensi kunjungan pelanggan. Upaya pemulihan sedang kami jalankan," ujar Executive Chair Domino’s, Jack Cowin dilansir dari laman news.com.au di Jakarta, Rabu (3/9).
Meski menghadapi tantangan di Jepang dan Prancis, Domino’s mencatatkan kinerja yang solid di Australia dan beberapa bagian Eropa, serta menunjukkan tanda-tanda pemulihan di Jerman dan Asia Tenggara.
Jalankan Efisiensi
Perusahaan juga menyampaikan bahwa berbagai inisiatif efisiensi tengah dijalankan untuk menekan biaya operasional dan mengalihkan penghematan tersebut ke strategi pemasaran dan dukungan bagi mitra waralaba.
"Kami sedang membentuk Domino’s menjadi bisnis yang lebih ramping dan efisien. Ketika strategi ini berhasil, keuntungannya akan dirasakan bersama, oleh pelanggan, mitra, dan pemegang saham," tambah Cowin.
Di pasar domestik Australia, Domino’s justru mencetak rekor baru dengan laba operasional tertinggi dalam sejarah perusahaan, sekaligus memberikan pendapatan tertinggi bagi mitra waralaba dalam tiga tahun terakhir.
Keuangan 2025-2026 Berjalan Lambat
Namun demikian, perusahaan juga mengungkapkan bahwa awal tahun keuangan 2025–2026 masih berjalan lambat, dengan penurunan penjualan sebesar 0,9 persen selama tujuh minggu pertama.
Situasi ini terjadi di tengah pergantian kepemimpinan, setelah CEO dan Managing Director Mark van Dyck mengumumkan pengunduran dirinya pada Juli lalu. Van Dyck akan resmi meninggalkan jabatan pada 23 Desember 2025, kurang dari setahun setelah menggantikan CEO lama, Don Meij, pada November 2024.
Domino’s juga mengonfirmasi akan membagikan dividen final sebesar 21,5 sen per saham, tanpa franking credit.