Distan Lebak Jamin Persediaan Beras Melimpah, Surplus Capai 220 Ribu Ton
Dinas Pertanian Lebak memastikan persediaan beras melimpah dan surplus hingga 220 ribu ton berkat percepatan tanam. Ketahui bagaimana Lebak mencapai swasembada pangan.
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten, mengumumkan bahwa persediaan beras di wilayahnya sangat melimpah dan mengalami surplus signifikan. Ketersediaan ini dijamin cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 15 bulan ke depan. Keberhasilan ini didorong oleh program percepatan tanam yang melampaui target awal.
Kepala Bidang Produksi Distan Lebak, Deni Iskandar, mengapresiasi kerja keras para petani yang berhasil mewujudkan program swasembada pangan ini. Program percepatan tanam untuk tahun 2025 berhasil menembus areal seluas 140.871 hektare. Angka ini melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 130.000 hektare.
Dari luas tanam tersebut, produksi beras di Lebak mencapai 400.000 ton. Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat Lebak yang berpenduduk 1,5 juta jiwa rata-rata 180.000 ton per tahun, terdapat surplus sebesar 220.000 ton. Ini menunjukkan ketahanan pangan yang kuat di daerah tersebut.
Lebak Lampaui Target Tanam, Wujudkan Swasembada Pangan
Pencapaian luar biasa dalam percepatan tanam di Kabupaten Lebak menjadi kunci utama melimpahnya persediaan beras. Program yang ditujukan untuk tahun 2025 ini berhasil melampaui target areal tanam yang telah ditetapkan. Realisasi areal tanam mencapai 140.871 hektare, melebihi target 130.000 hektare.
Dari luasan tersebut, Kabupaten Lebak berhasil memproduksi beras sebanyak 400.000 ton. Angka produksi ini jauh melampaui kebutuhan konsumsi lokal. Kebutuhan beras bagi 1,5 juta jiwa penduduk Lebak diperkirakan sekitar 180.000 ton per tahun.
Dengan demikian, terdapat surplus beras sebesar 220.000 ton yang akan memperkuat ketahanan pangan daerah. "Kita mengapresiasi petani mampu mewujudkan program swasembada pangan, dengan ketersediaan beras telah surplus dan melimpah," ujar Deni Iskandar. Surplus ini diperkirakan cukup untuk persediaan hingga 15 bulan ke depan.
Peningkatan Indeks Pertanaman dan Dukungan Pemerintah
Meskipun telah mencapai surplus signifikan dalam persediaan beras, Distan Lebak tetap mendorong petani untuk terus meningkatkan produktivitas. Salah satu strategi adalah meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari 2,65 menjadi 3,00 musim tanam dalam setahun. Hal ini bertujuan agar luas tanam bisa mencapai 156.000 hektare dari luas sawah baku 52.000 hektare.
Pemerintah daerah juga memberikan perhatian besar terhadap program swasembada pangan melalui berbagai intervensi bantuan. Bantuan ini meliputi sarana produksi (Saprodi) dan sarana peralatan pertanian (Sapras) kepada kelompok tani. Penyaluran bantuan mencakup benih, pestisida, perbaikan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, pompa, hingga traktor.
Selain itu, pemerintah pusat turut berkontribusi dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sekitar 20 persen. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan biaya produksi bagi petani. "Kami meyakini dengan intervensi bantuan itu dapat meningkatkan produksi pangan juga semangat petani untuk mengembangkan usaha budidaya pertanian pangan," kata Deni Iskandar.
Petani Rasakan Manfaat, Pendapatan Meningkat
Dukungan pemerintah dan kondisi alam yang mendukung telah memberikan dampak positif langsung bagi para petani di Lebak. Ketua Kelompok Tani Blok Sentral Rangkasbitung, Udin, menyampaikan bahwa petani di wilayahnya telah melaksanakan percepatan tanam 2025 hingga 100 hektare. Produktivitas rata-rata mencapai 5 ton gabah kering pungut (GKP) per hektare.
Dengan harga gabah pungut di pasaran yang cukup baik, mencapai Rp6.500 per kilogram, pendapatan petani meningkat signifikan. Dari produktivitas 5 ton per hektare, petani bisa menghasilkan uang sekitar Rp39 juta per hektare. Kondisi ini tentu memotivasi petani untuk terus berproduksi.
Udin menambahkan, "Kami beruntung tanam padi tahun ini bisa IP 2,65 kali musim tanam, karena terpenuhi ketersediaan pasokan air, terlebih curah hujan tinggi." Ketersediaan air yang memadai, terutama dengan curah hujan tinggi, menjadi faktor pendukung keberhasilan peningkatan indeks pertanaman dan hasil panen di Lebak.
Sumber: AntaraNews