Deretan Inovasi BUMN Reasuransi Tingkatkan Transparansi Perusahaan
Sebagai bagian dari upaya dalam keterbukaan informasi, Indonesia Re telah melakukan berbagai inovasi.
Ilustrasi asuransi
(@ 2023 merdeka.com)Perusahaan BUMN, Indonesia Re terus berinovasi melalui digitalisasi sistem layanan reasuransi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses bisnis serta penguatan literasi dan informasi mengenai industri perasuransian kepada masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya dalam keterbukaan informasi, Indonesia Re telah melakukan berbagai inovasi, di antaranya:
1. Digitalisasi Layanan Informasi
Melalui pengembangan website Perusahaan dan PPID, pembuatan aplikasi PPID, dan optimalisasi media sosial untuk memberikan layanan informasi yang jelas dan cepat serta mudah diakses oleh publik.
2. Program ‘Indonesia Re Mengajar’
Meningkatkan literasi perasuransian untuk Masyarakat khususnya para pelajar dan mahasiswa.
3. Majalah ‘ReInfokus’ dan Kanal Podcast ‘Reinpodcast’
Memperkuat literasi dan inklusi asuransi dan reasuransi di masyarakat.
4. Kantor Layanan Informasi Publik
Layanan walk in untuk menerima, memproses, dan memberikan tanggapan atas permintaan informasi dari masyarakat. Indonesia Re juga terus berkomitmen untuk dapat memenuhi kewajiban sebagai badan publik dengan memberikan kebutuhan informasi yang terupdate kepada masyarakat secara berkala. Langkah ini sejalan dengan tujuan utama untuk mendukung tata kelola Perusahaan yang transparan, akuntabel, dan inklusif.
Pentingnya Keterbukaan Informasi
Melalui berbagai inovasi ini, Indonesia Re dinobatkan sebagai BUMN Informatif pada Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024 dari Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia.
Robbi Yanuar Walid, Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, SDM dan Corporate Secretary Indonesia Re, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini.
"Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim Indonesia Re dalam menjunjung prinsip transparansi dan akuntabilitas. Sebagai BUMN, kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan layanan informasi yang berkualitas kepada publik," katanya di Jakarta, Kamis (9/1).
Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Donny Yoesgiantoro bahkan memberikan apresiasi kepada Indonesia Re dan badan publik lainnya yang konsisten dalam keterbukaan informasi.
Tahun ini, Komisi Informasi Pusat RI memonitor dan mengevaluasi 363 badan publik dari berbagai kategori. Sebanyak 162 badan publik meraih predikat Informatif, naik signifikan dibandingkan 139 badan publik pada 2023.
"Hal ini menunjukkan peningkatan komitmen badan publik, termasuk BUMN, dalam menerapkan prinsip keterbukaan. Kami berharap apresiasi ini dapat memotivasi badan publik lainnya untuk terus meningkatkan pelaksanaan UU KIP,” jelas Donny.
Sekretaris Komisi Informasi Pusat RI, Nunik Purwanti menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
"Keterbukaan informasi adalah pilar penting dalam mendukung good governance dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ungkap Nunik.