Dekranasda Depok Ajak Warga Manfaatkan Lahan untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Dekranasda Depok gencar mengajak warga, khususnya ibu-ibu, memanfaatkan lahan sempit untuk pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan keluarga dan menekan harga cabai.
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok mengajak masyarakat untuk aktif dalam kegiatan pertanian. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong kemandirian pangan di tengah keterbatasan lahan yang ada. Ketua Dekranasda Depok, Siti Barkah Hasanah, menekankan pentingnya langkah ini.
Gerakan ini secara khusus menyasar para ibu-ibu di Depok agar memanfaatkan pekarangan rumah. Mereka didorong untuk menanam berbagai komoditas, termasuk cabai, di lahan terbatas. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 23 November, di Depok.
Siti Barkah Hasanah, atau akrab disapa Cing Ikah, menyatakan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang. Masyarakat bisa memulai dari pot kecil atau polybag untuk membangun ketahanan pangan. Hal ini dilakukan untuk mengatasi fluktuasi harga bahan pokok.
Membangun Kemandirian Pangan dari Pekarangan Rumah
Cing Ikah menegaskan bahwa gerakan ketahanan pangan tidak harus dimulai dengan lahan luas atau peralatan modern. Di Kota Depok, upaya ini justru berawal dari dapur dan pekarangan rumah tangga. Konsep ini mempermudah warga untuk berpartisipasi aktif.
Inisiatif ini menekankan bahwa setiap rumah memiliki potensi untuk menjadi lumbung kecil bagi keluarganya. Pemanfaatan lahan sempit secara konsisten dapat menghasilkan stok pangan. Hal ini juga membantu mengurangi ketergantungan pada pasar.
Dengan menanam sendiri, masyarakat dapat memiliki kontrol lebih besar terhadap pasokan dan kualitas pangan. Langkah kecil ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kemandirian. Ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Gerakan Menanam Cabai Serentak dan Kolaborasi Strategis
Dekranasda Depok tidak bergerak sendiri dalam menjalankan program ini. Mereka berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok. Selain itu, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Depok turut serta mendukung kegiatan ini.
Sebagai bagian dari gerakan menanam cabai serentak, Cing Ikah membagikan bibit cabai kepada ibu-ibu. Pembagian ini ditujukan kepada anggota PC Muslimat NU Kota Depok dan PC ‘Aisyiyah Kota Depok. Tujuannya agar setiap rumah memiliki tanaman cabai sendiri.
"Memang arahan Pak Wali Kota, satu rumah, satu cabai," ujar Cing Ikah. Warga harus menanam cabai untuk menahan pangan keluarga karena cabai merupakan bahan pokok. Harganya sering naik turun, sehingga stok mandiri sangat membantu.
Pemerintah Kota Depok mendorong ibu-ibu yang sehari-hari berkegiatan di dapur untuk menanam cabai. Harapannya, ketika terjadi kenaikan harga, mereka sudah memiliki stok di rumah masing-masing. Semangat kebersamaan dan kemandirian pangan sangat terasa dalam kegiatan ini.
Dampak Positif bagi Ketahanan Ekonomi Keluarga
Inisiatif Dekranasda Depok ini tidak hanya berfokus pada ketersediaan pangan semata. Lebih dari itu, program ini juga memiliki dampak positif terhadap ekonomi keluarga. Dengan memiliki stok cabai atau sayuran sendiri, pengeluaran rumah tangga dapat ditekan.
Fluktuasi harga bahan pokok, terutama cabai, seringkali menjadi beban bagi rumah tangga. Melalui gerakan menanam mandiri, ibu-ibu dapat mengurangi dampak kenaikan harga tersebut. Ini merupakan langkah konkret menuju stabilitas ekonomi keluarga.
Dari sinilah gerakan besar ketahanan pangan dimulai, dari tangan para ibu dan dari tanah di sekitar rumah mereka. Setiap bibit yang ditanam adalah investasi kecil untuk masa depan yang lebih mandiri. Ini juga memperkuat ikatan komunitas dalam mendukung program pemerintah.
Sumber: AntaraNews