BRI Rebranding Jadi Bank Universal untuk Semua Kalangan, Ubah Logo Baru di Usia 130 Tahun
Direktur Utama (Dirut) BRI, Hery Gunardi mengatakan, rebranding ini sejalan dengan penguatan pedoman BRI.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) resmi merebranding corporation menjadi bank universal yang lebih modern serta logo perusahaan yang juga secara fundamental. Hal ini dilakukan tepat di usia ke-130 tahun hari ini, Selasa (16/12).
Direktur Utama (Dirut) BRI, Hery Gunardi mengatakan, rebranding ini sejalan dengan penguatan pedoman BRI. Setidaknya ada lima nilai yang dipegang perseroan yakni integrity, collaborative, capability, growth mindset, dan customer focus.
"Di samping itu kita merumuskan rancangan fondasi kuat untuk transformasi, baik di sisi bisnis maupun enabler bisnis kita harus rapihkan funding structure kita, funding franchise, dari sisi bisnis kredit itu core. Bisnis kita seperti Mikro dan SME kita bangun bisnis prosesnya," kata Hery dalam sambutannya, Selasa (16/12).
Dalam kesempatan itu, rebranding ini berdampak pada kinerja dan laba atau keuntungan. Ia mencontohkan, ada satu Bank A pada 2014 labanya naik 127 persen. Kemudian, Bank B pada 2011 pertumbuhan labanya naik 100 persen, serta Bank C yakni 215 persen.
"Nah berdasarkan riset dari kantor Karens dan Nilsen Indonesia, BRI perlu melakukan corporate rebranding yang tetap relevan dengan perkembangan zaman," ujar Hery.
Hery menyebut, ada tujuh insight dari riset tersebut yakni BRI dipercara dan mudah untuk diakses. "Tapi terlalu tergantung pada cita kerakyatan. Kemudian muncul persepsi tua di kalangan segmen kurban dan anak muda. Layanan digital yang diberikan ke publik yang dianggap belum dianggap aspiratif dan menarik," ujar dia.
Lalu, koneksi emosionalnya dengan brand disebutnya masih lemah. Kemudian, identitas brand belum selaras dengan ekspektasi Gen Z dan terjadi ketidakselarasan sistematik berbagai sub-brand, baik itu brand agregatur, tidak konsisten dan terstruktur.
"Dan yang terakhir adalah less considered di segmen urban, BRI itu entry ke segmen ini, terutama bisnis consumer, kecil, menengah, dan high dan low individual," ucapnya.
Mengubah Cara Pandang Masyarakat
Menurutnya, refreshing brand ini juga untuk membantu mengubah cara pandang masyarakat terhadap BRI agar menjadi positif.
"Ya promp to-nya, agar dari tadi Bank hanya untuk melayani masyarakat kecil dan kurang terlayani, mungkin kita ingin juga bisa membantu semua orang dimanapun mereka berada. Melayani nasabah, kita mendukung nasabah, dan seterusnya. Kita ingin mendidik nasabah agar dapat mengambil keputusan keuangan yang lebih baik," ujar dia.
Oleh karenanya, kehadiran BRI ini ditegaskannya sebagai bank dengan identitas yang jelas dan lebih kuat di mata nasabah.
"Brand idea kita adalah mendukung setiap ambisi nasabah di seluruh Indonesia, dan our brand personality kita sudah terpercaya dalam progresi ambisius namun penuh rasa hormat, aspiratif namun praktis, universal namun personal, dan terakhir dari kelas dunia namun sangat Indonesia," tegas Hery.
"Dan inilah brand-nya, kalau kita lihat transformasinya, berubah dari warna BRI blue yang lama, kita usung itu ke Nusantara blue, berubah warna. Dan ditweaking sedikit ketebalan huruf dan seterusmya. Dan inilah logo BRI sekarang, Bank Rakyat Indonesia," sambungnya.
Rebranding Background Aplikasi BRI
Selain itu, refreshing atau rebranding ini juga terjadi pada aplikasi BRI. Kini, backgroundnya ada yang berwarna putih, biru metalik, biru nusantara dan biru cakrawala.
"Nah, kami juga menyusun brand arsitektur ini lebih terstandarisasi. Yang sebelah kiri itu tadi sebelumnya, yang sebelah kanan sudah lebih terstruktur," ucapnya.
BRI Wujudkan Aslinya
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan, jika BRI mewujudkan janjiannya sebagai bank untuk semua rakyat Indonesia dengan wajah barunya. Karena, sudah adanya tabungan junior.
"Tabungan junior ini untuk anak yang punya anak atau punya cucu, boleh. Tabungannya bagus dan next adalah BRI Prioritas. Ini juga adalah ciri khas barunya BRI. BRI Private Banking, seperti itu, dengan dominan warna hitam dan debit card yang baru, seperti dryer," paparnya.
"Kemudian credit card yang baru. Ini dalam kita terus develop dan mengembangkan BRIZI. Kemudian kartu BRIZI. Kemudian ada pylon dan sign-in," tambahnya.
Selanjutnya, aplikasi channel letter yang ada di dinding cabang-cabang ataupun kantor. Lalu, ATM dan EDC yang akan berubah dari oren menjadi biru.
"Mungkin orange itu akan berubah jadi biru. Warna biru putih. Ini adalah mobil khas kelilingnya bebas. Terakhir, dan untuk menjadi bank yang universal, BRI harus membangun brand yang relevan, terdifensiasi, dan konsisten di seluruh touchpoint. Jadi kita pingin relevan, dengan distintif, dan juga konsisten. Tiga hal itu yang harus terjadi," jelasnya.
"Yang terakhir dari kami adalah strong brand, great meaning and trust in the mind of the consumer. Ini menurut yang sering kita quote di bukunya, dia adalah profesor untuk konten market," pungkasnya.