BPS: Inflasi NTT Desember 2025 Turun Jadi 2,39 Persen, Ini Rinciannya
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Inflasi NTT Desember 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen. Angka ini menunjukkan penurunan dari bulan sebelumnya. Apa saja pemicunya?
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2025 mencapai 2,39 persen. Angka ini menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan inflasi tahunan November 2025 yang tercatat 2,40 persen.
Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, menyampaikan informasi ini di Kupang pada Senin (5/1/2026). Data tersebut merupakan hasil pemantauan yang dilakukan BPS di lima kabupaten/kota di wilayah NTT.
Penurunan inflasi ini menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang awal tahun 2026. Berbagai kelompok pengeluaran turut mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) di penghujung tahun.
Pergerakan Inflasi Tahunan NTT
Pada Desember 2025, inflasi yoy Provinsi NTT berada di angka 2,39 persen, sedikit lebih rendah dari inflasi November 2025 yang mencapai 2,40 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 108,94.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS, terjadi kenaikan IHK dari 106,40 pada Desember 2024 menjadi 108,94 pada Desember 2025. Perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukkan adanya kenaikan baik secara yoy maupun month to month (mtm).
Inflasi tahunan tertinggi di NTT terjadi di Waingapu sebesar 3,09 persen dengan IHK 109,93. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Maumere sebesar 0,38 persen dengan IHK 109,62.
Faktor Pendorong Inflasi Berdasarkan Kelompok Pengeluaran
Inflasi yoy Desember 2025 dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran, yang tercermin dari naiknya indeks pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran.
Kelompok yang mengalami inflasi meliputi makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,80 persen; pakaian dan alas kaki 0,20 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,07 persen; serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,26 persen.
Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 1,66 persen; transportasi 1,25 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya 0,31 persen; pendidikan 1,31 persen; dan penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,35 persen.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat mengalami kenaikan paling tinggi, yaitu sebesar 16,66 persen, memberikan andil signifikan terhadap inflasi di NTT.
Inflasi Bulanan dan Harapan ke Depan
Lebih lanjut, Matamira B. Kale menyampaikan bahwa pada Desember 2025 Provinsi NTT mengalami inflasi mtm sebesar 0,81 persen. Inflasi year to date (ytd) tercatat sebesar 2,39 persen, sama dengan inflasi tahunan.
BPS berharap publikasi data inflasi ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Tujuannya adalah untuk bersinergi dalam menjaga stabilitas harga di pasar pada awal tahun 2026.
Sumber: AntaraNews