BPMA Targetkan TKDN Hulu Migas Aceh Capai 63 Persen di 2026, Dorong Ekonomi Lokal
Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) optimis peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hulu migas Aceh pada tahun 2026 mencapai 63 persen, lebih tinggi dari target sebelumnya, demi menggerakkan ekonomi daerah dan kapasitas nasional.
Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menetapkan target ambisius untuk Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kegiatan hulu migas di Aceh. Target ini diproyeksikan mencapai 63 persen pada tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran 59 persen.
Peningkatan target TKDN hulu migas Aceh ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian lokal. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas nasional di sektor industri hulu migas. Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dan pusat.
Kepala Divisi Pengelolaan Aset dan Rantai Suplai BPMA, Iskandar Muda, menyatakan penetapan target ini berdasarkan hasil kajian. Kajian tersebut melibatkan daftar pengadaan (procurement list) seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah kewenangan BPMA.
Proyeksi dan Faktor Penentu Target TKDN Hulu Migas Aceh 2026
Target minimum TKDN hulu migas untuk tahun 2026 telah disimulasikan pada angka sekitar 60-63 persen. Simulasi ini menunjukkan komitmen BPMA dalam mendorong penggunaan produk dan jasa dalam negeri. Langkah ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk meningkatkan kemandirian industri.
Meskipun demikian, target ini belum bersifat final dan masih memerlukan pengkajian lebih lanjut. Pengkajian akan mempertimbangkan jenis lingkup pekerjaan dan kebutuhan teknologi tertentu. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi fluktuasi persentase TKDN yang realistis.
Iskandar Muda menjelaskan, terutama untuk kontrak-kontrak pengadaan barang yang menggunakan teknologi dan spesifikasi tinggi, penyesuaian mungkin diperlukan. BPMA berupaya menyeimbangkan antara target TKDN yang tinggi dan ketersediaan teknologi serta kemampuan industri dalam negeri.
Strategi Peningkatan dan Dampak Ekonomi TKDN Hulu Migas Aceh
Secara tren, kontribusi industri hulu migas Aceh terhadap TKDN menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. BPMA optimis bahwa pencapaian pada tahun 2026 akan lebih baik dari periode sebelumnya. Optimisme ini didasarkan pada data historis dan upaya kolaboratif yang dilakukan.
Untuk mencapai target tersebut, BPMA terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak. Pihak-pihak tersebut meliputi seluruh KKKS, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Kementerian Perindustrian, dan pelaku usaha dalam negeri. Koordinasi ini penting untuk mendorong penggunaan produksi dalam negeri secara berkelanjutan.
Iskandar Muda menegaskan, upaya ini juga memastikan kebijakan TKDN berjalan efektif. Tujuannya adalah menciptakan peningkatan investasi dan efek berganda (multiplier effect) dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, hal ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas nasional di sektor industri hulu migas.
Capaian Gemilang TKDN Hulu Migas Aceh di Tahun 2025
Pada tahun 2025, BPMA berhasil merealisasikan TKDN gabungan barang dan jasa pada proyek hulu migas hingga 68,71 persen. Pencapaian ini melampaui target pemerintah nasional tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 59 persen. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi BPMA dalam mendorong TKDN.
Dengan tingkat komitmen TKDN sebesar 68,71 persen, pencapaian ini setara dengan 116,46 persen dari target minimum TKDN nasional. Angka ini mencerminkan belanja barang dan jasa dalam negeri senilai Rp390 miliar. Total nilai kontrak keseluruhan adalah Rp570 miliar.
Realisasi ini membuktikan bahwa industri hulu migas Aceh memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ekonomi nasional. Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi BPMA untuk terus meningkatkan target TKDN di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews