BPH Migas Dorong Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Papua dengan Penambahan Tangki Timbun BBM
BPH Migas meminta PT Pertamina Patra Niaga memperbanyak tangki timbun BBM dan avtur di Papua untuk memperkuat Ketahanan Energi Papua, mengantisipasi tantangan geografis dan cuaca ekstrem.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong PT Pertamina Patra Niaga untuk meningkatkan kapasitas tangki timbun bahan bakar minyak (BBM) serta avtur di wilayah Papua. Permintaan ini disampaikan guna memperkuat Ketahanan Energi Papua, khususnya di kawasan Indonesia Timur yang memiliki tantangan geografis unik.
Anggota BPH Migas, Erika Retnowati, yang juga menjabat sebagai Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, menekankan pentingnya langkah ini di Jayapura, Papua, pada Minggu (28/12). Peningkatan kapasitas penyimpanan BBM dianggap krusial untuk menghadapi kondisi geografis Papua yang didominasi pegunungan dan perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi.
Dengan kapasitas tangki yang lebih besar, diharapkan ketahanan energi dapat meningkat, layanan distribusi tetap terjaga optimal, serta biaya distribusi bisa lebih efisien. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat Papua kini telah dimekarkan menjadi enam provinsi, yang secara otomatis membutuhkan stok energi lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertumbuh.
Penguatan Infrastruktur untuk Ketahanan Energi Papua
Erika Retnowati menjelaskan bahwa wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua, sebagian besar terdiri dari kepulauan, sehingga distribusinya sangat bergantung pada perencanaan matang dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Oleh karena itu, penambahan tangki timbun BBM dan avtur menjadi langkah strategis untuk memastikan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh pelosok.
Kondisi cuaca di wilayah Timur Indonesia yang memasuki musim penghujan di akhir tahun semakin menegaskan urgensi menjaga stok energi dalam jumlah yang memadai. BPH Migas secara khusus menekankan perlunya penguatan infrastruktur penyimpanan BBM dan avtur seiring dengan peningkatan kebutuhan energi yang signifikan di Papua dan Maluku.
Peningkatan kapasitas tangki timbun tidak hanya bertujuan untuk mengantisipasi tantangan geografis dan cuaca, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi operasional distribusi. Dengan stok yang lebih besar, risiko kelangkaan dapat diminimalisir secara efektif, dan biaya logistik dapat ditekan. Hal ini menjadi semakin penting mengingat pemekaran Papua menjadi enam provinsi, yang secara otomatis meningkatkan titik-titik distribusi dan kebutuhan energi yang harus dipenuhi.
Komitmen Pertamina Jaga Pasokan Nataru di Papua
Menanggapi permintaan tersebut, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga keandalan pasokan BBM dan avtur. Komitmen ini berlaku di seluruh Indonesia, termasuk Papua, yang mencatat peningkatan konsumsi lebih tinggi dibandingkan wilayah lain, terutama selama periode Nataru 2025/2026.
Alimuddin Baso memastikan bahwa ketersediaan energi di Jayapura saat ini dalam kondisi aman hingga perayaan Tahun Baru 2026, sehingga diharapkan perayaan dapat berjalan lancar tanpa kendala pasokan. Untuk wilayah Papua, ketahanan stok BBM dan avtur dijaga pada kisaran 10 hingga 12 hari, dengan pasokan yang terus dilakukan secara berkala untuk memastikan ketersediaan.
Langkah ini diambil guna mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat yang cenderung melonjak di akhir tahun. Selain memastikan ketersediaan, Pertamina juga menjamin kualitas dan kuantitas BBM yang disalurkan. Dalam upaya monitoring ini, Pertamina menggandeng Lemigas untuk melakukan uji kualitas dan takaran BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna menjaga standar pelayanan.
Sumber: AntaraNews