Biopeptida Laut: Senjata Ampuh Penangkal Radikal Bebas dan Pengawet Alami Pangan
Guru Besar Unpatti Prof. Max Robinson Wenno mengungkapkan potensi besar biopeptida laut sebagai penangkal radikal bebas, agen kesehatan preventif, hingga pengawet alami pangan yang menjanjikan.
Biopeptida Laut: Senjata Ampuh Penangkal Radikal Bebas dan Pengawet Alami Pangan
Guru Besar bidang perikanan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Prof. Max Robinson Wenno, baru-baru ini mengemukakan temuan penting. Ia menyatakan bahwa biopeptida yang berasal dari sumber daya laut memiliki potensi sangat besar. Potensi ini mencakup perannya sebagai penangkal radikal bebas, agen kesehatan preventif, serta bahan pengawet alami untuk produk pangan.
Pernyataan signifikan ini disampaikan Prof. Wenno setelah pengukuhannya sebagai Guru Besar bidang Bioteknologi Hasil Perikanan di Ambon pada hari Selasa, 30 Desember. Penemuan ini membuka peluang baru dalam pemanfaatan kekayaan laut Indonesia. Ia menegaskan pentingnya riset lebih lanjut mengenai senyawa bioaktif ini.
Menurut Prof. Wenno, biopeptida adalah fragmen protein berukuran pendek yang dihasilkan melalui hidrolisis enzimatis atau fermentasi. Senyawa ini memiliki aktivitas biologis tinggi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia dan industri pangan.
Biopeptida Laut: Perisai Kesehatan dari Radikal Bebas
Biopeptida dari organisme laut terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Kemampuan ini memungkinkan biopeptida untuk secara efektif menangkal radikal bebas dalam tubuh. Hal ini berpotensi besar dalam mencegah berbagai masalah kesehatan serius.
Aktivitas antioksidan biopeptida laut dapat mencegah penuaan dini, penyakit kardiovaskular, hingga risiko kanker. Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan biopeptida laut juga memiliki sifat antihipertensi. Ini bekerja melalui mekanisme penghambatan enzim angiotensin converting enzyme (ACE).
Tidak hanya itu, biopeptida laut juga berperan sebagai antimikroba dan imunomodulator alami. Sifat-sifat ini menjadikannya kandidat kuat untuk pengembangan agen terapeutik baru. Pemanfaatan biopeptida dapat mendukung kesehatan preventif secara holistik.
Inovasi Pangan: Biopeptida Laut sebagai Pengawet Alami
Dalam bidang pangan, biopeptida laut menawarkan solusi inovatif. Senyawa ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan alami untuk memperpanjang umur simpan produk makanan. Ini sejalan dengan kebutuhan global akan solusi pangan yang lebih sehat.
Aktivitas antimikroba pada biopeptida memungkinkan penggunaannya sebagai pengawet alami. Pemanfaatan ini sangat relevan dengan tren global pangan sehat dan berlabel bersih (clean label). Konsumen semakin mencari produk tanpa bahan kimia sintetis.
Penggunaan biopeptida sebagai pengawet alami menjadi solusi alternatif yang menjanjikan. Ini dapat menggantikan bahan kimia sintetis yang sering digunakan dalam industri pangan. Selain itu, biopeptida memberikan nilai tambah kesehatan bagi konsumen.
Maluku: Pusat Pengembangan Biopeptida Laut Berkelanjutan
Prof. Wenno menekankan bahwa Maluku memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan biopeptida laut. Kawasan ini berada di Coral Triangle dengan keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi. Ini menyediakan sumber daya melimpah untuk penelitian dan produksi.
Berbagai komoditas perikanan di Maluku dapat diolah menjadi sumber biopeptida bernilai tinggi. Ini termasuk ikan pelagis, teripang, rumput laut, hingga limbah hasil perikanan. Pemanfaatan limbah perikanan ini juga mendukung ekonomi biru.
Kearifan lokal masyarakat Maluku juga menyoroti potensi ini. Contohnya adalah produk fermentasi tradisional bakasang. Secara ilmiah, bakasang terbukti mengandung peptida bioaktif dengan aktivitas antihipertensi. Hal ini menunjukkan relevansi kuat pengetahuan tradisional dengan bioteknologi modern.
Pengembangan biopeptida laut sejalan dengan konsep ekonomi biru dan pemanfaatan limbah perikanan secara berkelanjutan. Ini juga mendukung ketahanan pangan dan kemandirian farmasi nasional. Prof. Wenno berharap Unpatti terus menjadi pusat unggulan bioteknologi laut tropis.
Sumber: AntaraNews