Bank Indonesia Turun Gunung Bantu Program Makan Bergizi Gratis, Ini yang Dilakukan
Diketahui, insentif KLM merupakan bantuan insentif dari BI dengan mengurangi giro wajib bank di BI, apabila bank menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas.
Bank Indonesia (BI) berkomitmen mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial (DKMP) BI, Nugroho Joko Prastowo mengatakan, dukungan BI diberikan melalui insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) terhadap sektor-sektor usaha terkait MBG, seperti pertanian, hortikultura, dan perikanan.
Diketahui, insentif KLM merupakan bantuan insentif dari BI dengan mengurangi giro wajib bank di BI, apabila bank menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas.
"Sekarang ada MBG, ya otomatis juga ada insentif di sektor pertanian, hortikultura, perikanan, dan sebagainya," ujar Joko dalam acara Pelatihan Media di Kantor Perwakilan BI Banda Aceh, Aceh, Jumat (7/2).
Joko menekankan, pemberian insentif KLM nantinya tidak terbatas pada sektor-sektor usaha terkait program MBG. Mulai Januari 2025, BI juga memperluas insentif KLM ke sektor lainnya terkait program Asta Cita Prabowo yang menyerap banyak tenaga kerja.
"Selain program terkait MBG, tadi kan seluruh yang terkait Asta Cita di match kan dengan sektor yang dapat insentif KLM, meski dipilah berdasarkan banyak yang serap tenaga kerja atau padat karya," tandasnya.
Sri Mulyani Beri Tugas Baru ke BI dan OJK Urusi Program MBG
Sebelumnya, pemerintah resmi menaikkan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2025 menjadi Rp171 triliun, meningkat dari sebelumnya yang hanya Rp71 triliun.
Keputusan ini diambil untuk memperluas cakupan program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Indonesia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pemerintah telah mendorong lembaga keuangan seperti Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk turut mendukung kesuksesan program MBG.
“Dalam rapat KSSK, saya meminta OJK dan BI agar lembaga-lembaga keuangan ikut mensukseskan program ini. Dari sisi makroprudensial, mikroprudensial, hingga penyaluran kredit, perusahaan yang terlibat dalam program MBG seharusnya bisa mendapatkan akses modal kerja,” jelasnya.