Bank Danamon Indonesia Bukukan Laba Bersih Tumbuh 14% Sepanjang 2025
Laba bersih Bank Danamon untuk tahun 2025, setelah memperhitungkan pajak dan kepentingan minoritas, diperkirakan mencapai Rp 4 triliun.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih setelah pajak dan kepentingan minoritas mencapai Rp 4 triliun pada tahun 2025, mengalami kenaikan sebesar 14% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pada aspek profitabilitas, Danamon mencatatkan laba bersih tahun berjalan konsolidasian setelah pajak dan kepentingan minoritas sebesar Rp 4 triliun, tumbuh 14% dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ujar Theresia Andriana, Chief Financial Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk, dalam Konferensi Pers Virtual Paparan Kinerja FY 2025 yang berlangsung pada Kamis (19/2/2026).
Selanjutnya, Theresia mengungkapkan bahwa laba operasional sebelum cadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) konsolidasian tercatat sebesar Rp 9,6 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan 4% dibandingkan tahun lalu.
"Mencerminkan pertumbuhan pendapatan operasional yang solid," tambahnya. Ia juga menekankan bahwa pertumbuhan laba bersih Danamon didorong oleh peningkatan pendapatan, pengelolaan biaya yang efisien, serta perbaikan pada biaya kredit atau cost of credit yang tercatat sebesar 10% year-on-year.
Dalam hal rentabilitas, Danamon berhasil membukukan Net Interest Margin (NIM) konsolidasian sebesar 7,7%. Di samping itu, Danamon selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnisnya, yang tercermin dari kualitas aset yang tetap terjaga dengan baik pada semester kedua tahun 2025.
Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya
Di samping itu, rasio Loan at Risk (LAR) telah mempertimbangkan penundaan pembayaran akibat pandemi COVID-19, yang tercatat lebih baik sebesar 230 basis poin dibandingkan tahun lalu, mencapai 8,3%. Sementara itu, rasio NPL Bruto pada periode yang sama adalah 1,7%, yang menunjukkan perbaikan sebesar 20 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, rasio cakupan NPL atau NPL Coverage Ratio berada di angka 280,7%, sedangkan rasio cakupan LAR mengalami peningkatan sebesar 560 basis poin year-on-year, mencapai 54,9%.
"Kualitas aset tersebut juga terjaga bersamaan dengan likuiditas dan permodalan yang tetap kuat, dimana rasio cakupan likuiditas atau LCR Danamon adalah sebesar 158,9%, rasio pendanaan stabil bersih atau NSFR (Net Stable Funding Ratio) sebesar 117,9%, dan rasio kewajiban pemenuhan modal minimum KPMM konsolidasian sebesar 25,4%," ujarnya.
Indikator Kinerja Danamon
Theresia juga menjelaskan indikator kinerja Danamon untuk prioritas yang sama dengan mengesampingkan efek dari penggabungan usaha antara Adira Finance dan Mandala Finance.
Jika dampak dari penggabungan usaha tersebut diabaikan, total kredit dan trade finance konsolidasi per 31 Desember 2025 diperkirakan mencapai Rp 206,9 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, simpanan pihak ketiga mengalami pertumbuhan sebesar 15% year-on-year, mencapai Rp 176,9 triliun.
"Pada aspek profitabilitas, pada tahun buku 2025, Danamon mencatatkan pendapatan operasional konsolidasi sebesar Rp 19,5 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan 3% year-on-year. Pendapatan operasional sebelum cadangan mencapai Rp 8,6 triliun, naik 4% year-on-year. Selain itu, laba bersih setelah pajak konsolidasi tercatat sebesar Rp 3,9 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 21% year-on-year," pungkasnya.