Bandara Semarang Layani 2,3 Juta Penumpang Sepanjang 2025, Angka Naik 5 Persen
Sepanjang tahun 2025, Bandara Semarang layani 2,3 juta penumpang, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 5 persen dibanding tahun sebelumnya, didorong rute baru dan potensi destinasi.
PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ahmad Yani Semarang mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah penumpang yang dilayani sepanjang tahun 2025. Sebanyak 2.365.513 penumpang tercatat terbang dari dan menuju bandara yang berlokasi di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut. Angka ini menandai pertumbuhan positif dalam sektor penerbangan domestik dan internasional.
Peningkatan jumlah penumpang ini menunjukkan geliat aktivitas penerbangan di Semarang. General Manajer PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut naik sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, Bandara Ahmad Yani melayani 2.261.934 penumpang.
Seluruh pergerakan penumpang yang mencapai jutaan ini dilayani oleh total 20.425 penerbangan. Jumlah pergerakan pesawat di Bandara Semarang juga mengalami kenaikan sekitar 11 persen dibandingkan tahun 2024. Hal ini mengindikasikan semakin padatnya jadwal penerbangan dan kepercayaan maskapai terhadap potensi pasar Semarang.
Peningkatan Jumlah Penumpang dan Penerbangan di Bandara Semarang
Data terbaru menunjukkan bahwa Bandara Semarang layani 2,3 juta penumpang sepanjang tahun 2025. Ini adalah pencapaian yang membanggakan bagi PT Angkasa Pura Indonesia. Kenaikan 5 persen ini membuktikan pemulihan dan pertumbuhan sektor penerbangan pasca-pandemi. Peningkatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong konektivitas antar daerah.
Pergerakan pesawat di Bandara Ahmad Yani juga tidak kalah pesat, dengan 20.425 penerbangan tercatat sepanjang tahun. Angka ini naik 11 persen dari tahun sebelumnya, menandakan frekuensi penerbangan yang lebih tinggi. Rute penerbangan dari Semarang dengan tujuan Jakarta dan sebaliknya menjadi penyumbang terbesar dominasi pergerakan pesawat.
Dominasi rute Jakarta-Semarang menunjukkan pentingnya konektivitas antara dua kota besar ini. Ini mencerminkan kebutuhan akan perjalanan bisnis maupun wisata yang tinggi antara Ibu Kota dan Jawa Tengah. PT Angkasa Pura Indonesia terus berupaya meningkatkan fasilitas untuk menunjang tingginya lalu lintas penerbangan ini.
Pembukaan Rute Baru dan Potensi Destinasi Semarang
Tahun 2025 menjadi saksi dibukanya sejumlah rute penerbangan baru dari Bandara Ahmad Yani, baik domestik maupun internasional. Rute internasional menuju Malaysia dan Singapura kini telah tersedia, membuka peluang lebih besar bagi pariwisata dan perdagangan. Ini menunjukkan bahwa Bandara Semarang layani 2,3 juta penumpang sepanjang tahun 2025 tidak hanya dari rute lama, tetapi juga didukung oleh ekspansi jaringan.
Pembukaan rute-rute baru ini menegaskan potensi Semarang sebagai destinasi yang menarik. General Manajer Sulistyo Yulianto menyatakan bahwa ini adalah indikator kuat bahwa Semarang memiliki daya tarik yang signifikan. Baik untuk wisatawan maupun pelaku bisnis, konektivitas yang lebih baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Manajemen Bandara Ahmad Yani berharap pada tahun 2026, lebih banyak maskapai penerbangan akan tertarik untuk membuka rute dari dan menuju Semarang. Harapan ini didasarkan pada peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat yang telah tercatat. Dengan demikian, Bandara Semarang akan semakin berperan sebagai gerbang utama Jawa Tengah.
Sebagai penutup tahun 2025, pesawat Batik Air tujuan Semarang-Jakarta menjadi penerbangan terakhir yang lepas landas dari Bandara Ahmad Yani. Sementara itu, pesawat Lion Air dengan tujuan Banjarmasin-Semarang menjadi pesawat pertama yang mendarat di awal tahun 2026. Momen ini menandai transisi tahun yang sibuk dan harapan baru untuk tahun mendatang.
Sumber: AntaraNews