Viral Sesama Cowok Gandengan Tangan di Bandung, Netizen Ramai Panggil Dedi Mulyadi & Barak Militer
Viral video pria jalan berdua sambil gandengan membuat netizen geram.
Video merekam potret dua orang pria berjalan bersama sambil bergandengan tangan di jalanan kawasan Kota Bandung, Jawa Barat, tengah ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Banyak warganet lalu mengaitkan hal tersebut dengan wacana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang disebut akan mengirim warga 'gemulai' untuk mengikuti pendidikan di barak militer.
Melansir dari postingan di akun Tiktok @putranabnab, membagikan video merekam potret dua orang laki-laki sedang berjalan santai di trotoar. Parahnya, keduanya terlihat bergandengan tangan yang ramai diduga sepasang kekasih LGBT.
"Saya yang kudet, atau emang Bandung udah banyak yang begini?," tulis keterangan video.
Setelah dibagikan, unggahan tersebut pun menjadi viral di media sosial dan mendapat beragam komentar dari warganet. Banyak netizen kemudian 'memanggil' Gubernur Jabar.
"Pak dedi ada target bawa ke barak pak dedi," kata @super***
"yang begini juga cocok masuk barak tni gasii," komen @blank***
"ini bisa diikutin pelatihan di barak TNI gak sih," komen @papeda***
"Bisa jadi sih itu kakak adik atau memang satunya sakit yang mengaruskan digandeng tapi kalo enggak ya gabisa dinormalisasikan sii pak dedi gimana ini pak dedi," kata @user****
Setelah membuat kebijakan untuk memasukkan anak-anak nakal ke barak militer untuk dididik, Dedi Mulyadi mengungkap kemungkinannya mengirim pria gemulai agar ikut dibina TNI.
Sebelumnya, rencana Dedi "menyekolahkan" siswa bermasalah di Jabar agar dididik di barak militer sempat ramai jadi perbincangan.
Dedi menyebut, agenda ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang akan mulai dijalankan di beberapa wilayah di Jawa Barat dengan bekerja sama bersama TNI dan Polri.
Dedi mengungkapkan tiap siswa akan mengikuti program itu di sekitar 30 hingga 40 barak khusus yang telah disiapkan oleh TNI. Peserta program dipilih berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan orang tua.
Program ini diprioritaskan pada siswa yang sulit dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas maupun tindakan kriminal.
Mengacu Surat Edaran bernomor 43/PK.03.04/KESRA yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Jawa Barat, kriteria siswa yang akan dididik di barak militer diatur pada poin “Pembinaan Khusus bagi Siswa dengan Perilaku Menyimpang”.
Berikut adalah daftar perilaku khusus siswa yang memerlukan pembinaan khusus setelah mendapatkan persetujuan dari orang tua:
1. Terlibat tawuran
2. Kecanduan game
3. Merokok
4. Mabuk (mengonsumsi minuman beralkohol)
5. Balap motor liar
6. Menggunakan knalpot brong
7. Perilaku negatif lainnya
Pembinaan ini akan dilakukan melalui kerja sama antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, serta jajaran TNI dan Polri.