Tampil Menawan, Potret Titiek Soeharto Mengenakan Pakaian Adat Lampung di HUT ke-80 RI
Titiek Soeharto terlihat sangat anggun dengan busana adat Lampung yang dikenakannya saat menghadiri perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Titiek Soeharto hadir dengan mengenakan pakaian adat yang kaya akan makna saat mengikuti upacara HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Minggu, (17/8).
Di usia 66 tahun, ia tampil menawan dengan busana adat Lampung yang dilengkapi dengan mahkota khas bernama kanduk tutup. Menurut informasi yang dilansir dari laman Pemkab OKU Selatan pada Senin (18/8), headpiece milik ibunda Didit Hediprasetyo ini berupa anggagh, yakni hiasan kepala yang terbuat dari logam dengan motif tradisional yang dililitkan kain sebagewastra yang dibuat melalui teknik membatik. Kain tradisional ini biasanya digunakan dalam berbagai upacara adat, seperti yang dicatat dalam jurnal ISI Yogyakarta.
Mahkota yang dikenakan oleh Titiek bukanlah sembarang aksesori, karena hanya boleh digunakan oleh mighrul Lampung, yaitu perempuan Lampung yang sudah menikah.
Untuk melengkapi penampilannya, ia juga mengenakan kain tapis yang sering disebut sebagai kain penuh doa. Berdasarkan informasi dari Indonesia.go.id, kain tapis dikenal dengan motif yang terinspirasi dari flora, fauna, dan bentuk geometris. Wastra ini ditenun dengan benang katun yang berwarna perak atau emas, menggantikan serat nanas yang digunakan pada masa lalu.
Gergoyang bersama
Motif-motif pada kain tapis merupakan manifestasi dari kepercayaan masyarakat Lampung dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan mereka dengan alam serta Tuhan. Para penenun kain tradisional ini sering kali mengucapkan doa saat menenun agar pemakai kain tersebut terlindungi dari segala bahaya.
Selain itu, dalam perayaan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, aksi joget Titiek saat lagu Tabola Bale yang dinyanyikan oleh grup Silent Open Up bersama penyanyi Diva Aurel berhasil menarik perhatian banyak orang.
Titiek, yang duduk bersebelahan dengan putranya Didit Hediprasetyo, tampak ceria sambil mengikuti irama lagu dengan goyangan badannya. Lagu Tabola Bale menjadi penutup yang meriah dalam rangkaian acara tersebut, dan saat lagu berkumandang, para tamu undangan pun berbondong-bondong maju ke halaman Istana Merdeka untuk berjoget bersama.
Upacara HUT ke-80 RI
Upacara peringatan detik-detik kemerdekaan di Istana Merdeka kemarin diawali dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Suasana semakin meriah dengan iringan tabuhan genderang dan dentuman meriam yang memberikan nuansa heroik. Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara tersebut dengan penuh wibawa. Ia mengenakan pakaian adat Demang Betawi berwarna putih gading yang memberikan kesan elegan. Penampilannya semakin istimewa berkat tambahan kain songket marun keemasan, peci hitam, serta kalung ronce melati.
Momen yang mengharukan terjadi ketika Prabowo mencium bendera Merah Putih sebelum menyerahkannya kepada pembawa baki. Setelah prosesi resmi selesai, ia terlihat lebih santai dengan mengenakan kacamata hitam dan turut menikmati hiburan rakyat.
Di antara hiburan tersebut, tarian viral pacu jalur menjadi salah satu yang menambah kemeriahan suasana. Dengan demikian, perayaan ini tidak hanya menjadi momen yang sakral, tetapi juga penuh keceriaan bagi semua yang hadir.
Berinteraksi dengan komunitas
Kanal berita Liputan6.com melaporkan bahwa Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo menyatakan bahwa penempatan para wakil menteri dan sejumlah pejabat negara di tengah masyarakat pada perayaan HUT ke-80 RI telah diatur oleh panitia.
"Artinya memang pemimpin harus berada di tengah-tengah masyarakat, dan semangatnya hari ini, 80 persen undangan untuk masyarakat umum. Kita lihat sendiri begitu hiburan rakyat (ditampilkan), masyarakat ikut turun, semua ikut bergembira, dengan suasana seperti ini, kita menatap masa depan Indonesia harus optimis, Indonesia harus gembira, semua sama. Kita semua bersatu menyelesaikan masalah bangsa," kata Angga di Jakarta, Minggu, (17/8).
Sejumlah pejabat negara, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, juga turut serta bergoyang di depan tenda kehormatan saat hiburan rakyat berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan menciptakan suasana kebersamaan dalam merayakan momen bersejarah bagi bangsa.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5316730/original/075183500_1755248213-CMS_PORTRAIT__1_.jpg)