Tak Cuma Pangeran Arab, ini Daftar Orang di Dunia Alami Koma Sangat Lama Ada Bekas PM Israel
Temukan kisah inspiratif individu yang mengalami koma bertahun-tahun dan bagaimana mereka berjuang melawan kondisi tersebut.
Pangeran Arab Saudi, Al-Waleed bin Khaled bin Talal hingga kini masih terbaring koma di rumah sakit. Jumat 18 April 2025 lalu, dia genap berusia 36 tahun.
20 Tahun sudah dia terbaring koma tak sadarkan diri pasca kecelakaan mobil pada tahun 2005. Ia pun dikenal sebagai 'Sleeping Prince' dan terus dirawat dan dijaga oleh keluarganya.
Meskipun dalam keadaan koma, terdapat laporan bahwa ia pernah menunjukkan gerakan anggota tubuh pada tahun 2019 dan 2021. Keluarganya pun tetap optimis dia akan kembali sembuh seperti sedia kala.
Rupanya, kasus koma dalam waktu panjang bertahun-tahun tak hanya dialami Al-Waleed bin Khaled bin Talal. Ada sejumlah orang di dunia yang juga mengalaminya. Bahkan ada yang waktunya lebih lama dari sang pangeran.
Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa kasus paling terkenal dari orang-orang yang mengalami koma berkepanjangan. Simak ulasan selengkapnya dilansir dari berbagai sumber, Minggu (27/04/2025).
Edwarda O'Bara
Edwarda O'Bara adalah salah satu contoh paling terkenal dari individu yang mengalami koma berkepanjangan. Wanita asal Miami, Amerika Serikat itu mengalami koma selama 42 tahun setelah komplikasi diabetes yang parah.
Selama bertahun-tahun, keluarganya merawatnya dengan penuh kasih, berharap suatu saat ia akan pulih. Menurut keluarganya, Edwarda menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan dan kesedihan, meskipun tidak dapat berkomunikasi secara verbal.
“Kami selalu percaya bahwa dia mendengar kami dan merasakan kehadiran kami,” ungkap salah satu anggota keluarganya.
Pada tahun 2019, Edwarda meninggal dunia. Ia meninggal dunia pada usia 59 tahun, menjadikannya sebagai salah satu kasus koma terlama yang tercatat dalam sejarah medis.
Elaine Esposito
Elaine Esposito mengalami koma yang sangat panjang selama 37 tahun, dari tahun 1950 hingga 1983. Semuanya bermula saat ia menjalani operasi usus buntu di usia enam tahun.
Setelah operasi, Elaine tidak pernah bangun lagi dan dinyatakan mengalami koma yang dalam. Selama bertahun-tahun, keluarganya dengan setia merawatnya di rumah, terutama ibunya yang tidak pernah menyerah berharap suatu saat putrinya akan sadar.
Elaine tetap dalam kondisi tidak responsif, namun tubuhnya bertahan dalam keadaan stabil untuk waktu yang luar biasa panjang. Ini menjadikan kasusnya sebagai salah satu koma terlama yang tercatat dalam sejarah medis.
Elaine akhirnya meninggal dunia pada usia 43 tahun, tanpa pernah sadar kembali sejak hari operasi. Kisahnya menjadi simbol ketekunan keluarga dan kekuatan cinta orang tua.
Selain itu, kasus Elaine sering menjadi rujukan dalam studi tentang koma panjang dan kualitas hidup pasien yang tidak sadar.
Terry Wallis
Terry Wallis mengalami kecelakaan mobil hebat pada tahun 1984 di Arkansas, Amerika Serikat, yang membuatnya koma. Setelah dinyatakan dalam kondisi vegetatif, keluarganya tetap merawatnya dengan penuh harapan meskipun banyak dokter yang pesimis.
Selama hampir dua dekade, Wallis menunjukkan sangat sedikit tanda-tanda kesadaran. Secara ajaib, pada tahun 2003, Terry tiba-tiba mulai berbicara dan mengenali keluarganya.
Kata-kata pertamanya setelah 19 tahun koma adalah "Mom" (Ibu). Para peneliti menganggap kasusnya sebagai bukti bahwa otak manusia mungkin masih bisa melakukan "rewiring" atau memperbaiki diri sendiri meskipun dalam kondisi tidak sadar berkepanjangan.
Kebangkitannya membuat dunia medis terkejut dan menginspirasi banyak penelitian tentang neuroplastisitas otak. Kisah Terry Wallis tetap menjadi bukti kekuatan luar biasa dari kasih sayang keluarga dan keajaiban tubuh manusia.
Dia kemudian meninggal dunia di usia 57 tahun di Searcy, Arkansas, pada tanggal 29 Maret 2022.
Jan Grzebski
Jan Grzebski adalah seorang pekerja kereta asal Polandia yang mengalami koma setelah kecelakaan kerja pada tahun 1988. Selain cedera fisik, ia juga menderita tumor otak, yang memperparah kondisinya.
Selama 19 tahun, Jan dirawat dengan penuh perhatian oleh istrinya yang tidak pernah meninggalkannya.Yang mengejutkan, ketika Jan perlahan-lahan sadar pada tahun 2007, ia menceritakan bahwa sepanjang koma, ia sebenarnya bisa mendengar apa yang terjadi di sekelilingnya.
Ia menyadari perubahan-perubahan besar di dunia, termasuk runtuhnya komunisme di Polandia, hanya melalui suara di sekitarnya. Kisah Jan menjadi terkenal di seluruh dunia sebagai bukti kekuatan kasih sayang dan dedikasi.
Ia hidup beberapa tahun setelah sadar kembali, menikmati waktu bersama keluarganya sebelum meninggal dunia pada 2008. Ceritanya juga menginspirasi banyak orang tentang pentingnya memperlakukan pasien koma dengan penuh hormat dan perhatian.
Rom Houben
Rom Houben adalah seorang mahasiswa teknik dari Belgia. Dia mengalami kecelakaan mobil pada tahun 1983, yang membuatnya terdiagnosis dalam keadaan vegetatif.
Namun, setelah 23 tahun, terungkap bahwa ia sebenarnya sadar sepenuhnya tetapi tidak mampu menggerakkan tubuhnya (kondisi yang disebut "locked-in syndrome").
Teknologi pemindaian otak yang lebih canggih membantu mengungkap kesalahpahaman ini. Setelah diagnosis yang salah, Rom mulai berkomunikasi dengan bantuan teknologi, mengubah hidupnya dan cara pandang tentang koma.
“Saya terjebak dalam tubuh saya sendiri,” katanya, menggambarkan pengalaman selama bertahun-tahun.
Kini, Rom menjadi simbol harapan bagi banyak orang yang berada dalam kondisi serupa.
Ariel Sharon
Ariel Sharon, mantan Perdana Menteri Israel, mengalami stroke berat pada Januari 2006 yang membuatnya koma dalam waktu yang sangat lama. Setelah pendarahan besar di otaknya, ia segera dioperasi dan ditempatkan dalam kondisi koma medis terkontrol.
Namun, setelah beberapa waktu, harapan untuk kesadarannya kembali semakin menipis, dan ia berakhir dalam keadaan vegetatif. Selama delapan tahun berikutnya, Ariel Sharon dirawat di berbagai fasilitas medis dengan dukungan alat-alat vital.
Beberapa laporan medis menyebutkan adanya sedikit aktivitas otak, namun tidak cukup untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Pada 11 Januari 2014, Ariel Sharon meninggal dunia pada usia 85 tahun.