Mengutip Ayat Alquran, Ayah Pangeran Tidur Al Waleed Tulis Pesan Menyentuh Atas Kepergian Putranya Setelah Koma 20 Tahun
Pesan dari sang ayah disampaikan melalui Surah Al-Fajr ayat 27-30 dalam Alquran.
Pangeran Arab Saudi Al Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang dikenal dengan julukan Pangeran Tidur, telah meninggal dunia pada usia 36 tahun setelah terbaring koma selama 20 tahun. Pada saat kecelakaan yang mengubah hidupnya, Pangeran Al Waleed baru berusia 15 tahun dan mengalami cedera otak yang serius akibat kecelakaan mobil pada tahun 2005 saat ia menuntut ilmu di sebuah perguruan tinggi militer di London, seperti yang dilaporkan oleh People.com pada Rabu (23/7/2025).
Setelah insiden tersebut, ayahnya, Pangeran Khaled bin Talal Al Saud, memilih untuk tidak melepas alat bantu hidup yang terpasang dan memindahkannya ke fasilitas medis yang lebih khusus. Dalam sebuah unggahan di akun X, Pangeran Khaled menyampaikan pesan emosional untuk putranya dengan mengutip Surah Al-Fajr ayat 27-30 dari Alquran: "Hai jiwa yang tenteram, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya, dan masuklah ke dalam jajaran hamba-hamba-Ku yang saleh, dan masuklah ke dalam Surga-Ku."
Salat jenazah untuk Pangeran Al Waleed dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Juli 2025, setelah salat Ashar di Masjid Imam Turki bin Abdullah yang terletak di Riyadh. Masa belasungkawa berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 20 hingga 22 Juli 2025. Kepergian "Pangeran Tidur" ini menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga, kerabat, serta jutaan orang yang telah mengikuti perjalanan hidupnya selama ini.
Berita tentang meninggalnya pangeran di sebuah rumah sakit khusus di Arab Saudi telah memicu gelombang belasungkawa yang luas. Tagar "Pangeran Tidur" (#SleepingPrince) menjadi viral di media sosial, di mana ribuan orang mengekspresikan duka cita mereka atas sosok yang menjadi lambang kesabaran, iman, dan cinta seorang ayah. Kisah ini sangat mengesankan, banyak orang merasa terharu oleh dedikasi seorang ayah yang setia menemani putranya di samping tempat tidur selama bertahun-tahun. Kamar rumah sakit pangeran tersebut kini menjadi tempat ziarah spiritual, sering dikunjungi oleh orang-orang yang datang untuk memberikan doa dan dukungan.
Kehidupan dan perjuangan panjangnya tidak hanya mencerminkan berbagai tantangan medis yang dihadapi, tetapi juga menggambarkan semangat kemanusiaan yang tak lekang oleh waktu serta pengabdian keluarga yang melintasi generasi. Banyak yang terinspirasi oleh keteguhan hati dan kasih sayang yang ditunjukkan oleh keluarga pangeran selama masa-masa sulit ini. Dengan demikian, kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya dukungan keluarga dan ketahanan dalam menghadapi cobaan hidup. Seperti yang diungkapkan oleh banyak orang, "Kehilangan ini adalah duka yang mendalam, namun warisan kasih sayang dan keteguhan hati akan terus hidup dalam ingatan kita."