Sosok Irjen Herimen Resmi Pegang Komando di Riau, Dikenal Sangar Pernah Gulung John Kei
Jenderal pelumpuh preman kondang promosi jabatan Kapolda Riau. Ini profil lengkapnya.
Irjen Pol Herry Heryawan alias Herimen dimutasi jabatan menjadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau menggantikan Irjen Mohammad Iqbal yang dimutasi sebagai Pati Baharkam Polri dalam rangka penugasan di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI.
Herimen masuk dalam daftar 1255 perwira tinggi dan menengah yang dimutasi berdasarkan enam surat telegram pada 12 Maret 2025.
Sosok Irjen Herimen dikenal sebagai salah satu pati dengan karier moncer di lingkungan Polri. Bahkan ia sempat dipercaya menangani berbagai kasus besar termasuk aksi pembunuhan direktur PT Sanex Steel Indonesia, Tan Hary Tantono alias Ayung oleh John Kei.
Lantas siapa sosok Irjen Herimen? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Profil Irjen Herimen
Irjen Pol Herry Heryawan adalah sosok perwira tinggi Polri yang lahir di Ambon pada 23 Februari 1972. Perwira yang akrab disapa Herimen itu merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996.
Selama berkecimpung di kepolisian, Herimen dikenal memiliki pengalaman luas di bidang reserse, bahkan sering disebut sebagai polisi yang 'garang'. Bahkan, ia merupakan alumnus Akpol 1996 pertama yang berhasil mencapai pangkat Inspektur Jenderal Polisi.
Karier Herry Heryawan dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol. Semenjak itu, Herimen banyak dipromosikan ke berbagai posisi strategis di kepolisian, yang menunjukkan dedikasi dan kemampuannya dalam penegakan hukum.
Sepanjang kariernya, Herry pernah menangani berbagai kasus besar, termasuk kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, yang sempat menghebohkan publik.
Selain itu, Herry Heryawan juga dikenal aktif dalam menulis dan telah menghasilkan beberapa karya tulis berupa buku.
Karya-karyanya ini mencerminkan pemikirannya yang mendalam mengenai berbagai isu, baik di bidang hukum maupun sosial.
Karier Moncer Irjen Herimen
Karier dan pengalaman Herry Heryawan menjadi salah satu yang cemerlang di angkatannya. Berikut adalah beberapa posisi penting yang pernah ia jabat:
- Dirsidir Densus 88 Antiteror Polri
- Wakapolresta Tanjung Pinang (2009)
- Kaden 88 Anti Teror Ditreskrim Polda Kepulauan Riau (2009)
- Pamen Polda Kepri (2010)
- Kasubdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2011)
- Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2013)
- Wadirreskrimum Polda Metro Jaya (2016)
- Kapolresta Depok (2016)
- Analis Kebijakan Madya Bidang Penindakan Densus 88 AT (2017)
- Staf Khusus Menteri Dalam Negeri RI (sejak September 2023)
- Kapolda Riau (sejak 12 Maret 2025)
Herry Heryawan memiliki pengalaman yang luas dalam penanganan kasus-kasus kriminal, terutama yang berkaitan dengan terorisme. Ia dikenal sebagai sosok yang tegas dan berani dalam menjalankan tugasnya, sehingga banyak pihak yang mengakui kemampuannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pernah Bikin Hercules-John Kei Mati Kutu
Sosok Herimen juga pernah disorot dalam penangkapan salah satu preman yang ditakuti di Jakarta dan kala itu terlibat kasus pembunuhan direktur PT Sanex Steel Indonesia, Tan Hary Tantono alias Ayung, John Kei.
Polisi menangkap pria asal Maluku tersebut, pada Jumat 12 Februari 2012 di Hotel C'one. Penangkapan John Kei adalah prestasi baginya mengingat tak mudah menangkap sosok preman kondang itu.
Apalagi John Kei terus melakukan perlawanan hingga polisi pun harus menembak kaki kanannya untuk melumpuhkan pria yang berprofesi sebagai debt collector itu. Karena perbuatannya, John Kei dikenakan pasal 340 KUHP dan dijatuhi hukuman kurungan penjara selama 12 tahun.
Saat menjabat Kasat Resmob Polda Metro Jaya, Herimen juga memimpin penangkapan penguasa Pasar Tanah Abang Hercules beserta anak buahnya yang berjumlah 44 orang.
Menurut informasi, keberadaan Hercules dianggap meresahkan masyarakat karena sering mengganggu dan memeras warga. Saat hendak dibawa ke Mapolda Metro Jaya, Hercules sempat marah-marah dan hampir membuat keributan.
Hercules dan anak buahnya meradang hingga mencoba melawan polisi. Alhasil, polisi mengeluarkan beberapa tembakan peringatan. Suasana saat itu sempat mencekam, sebelum akhirnya polisi berhasil meringkus Hercules dan anak buahnya.