Putuskan Keluar dari Perusahaan Besar, Kini Sukses Buka Usaha Kuliner Sambal Bawang di Kampung Halaman
Begini perjalanan seorang pria resign dari kantor dan memulai usaha kuliner.
Perjuangan seorang ayah tidak akan bisa dilepaskan dari istri dan anak-anaknya. Hal itu dirasakan oleh seorang pengusaha bernama Zaim Fatawi. Ia adalah pemilik usaha kuliner sambal bawang di Blitar.
Zaim dulunya bekerja di sebuah perusahaan multinasional. Saat bekerja, ia harus berkeliling ke seluruh penjuru negeri sehingga waktu yang dihabiskan bersama keluarga sangat sedikit.
Hal itu membuat Zaim dilema dan harus mencari cara bagaimana agar ia bisa bahagia dan tidak jauh dari keluarga. Simak ulasannya sebagai berikut.
Eks Supervisor Resign dan Buka Usaha
Dalam video yang diunggah di channel Youtube PecahTelur, Zaim menceritakan perjuangannya saat harus memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya dan mulai untuk membuka usaha warung sambal.
Zaim mengaku saat masih bekerja sebagai supervisor, ia selalu kehilangan momen bersama dengan anak dan istrinya. Bahkan, ia hanya bisa pulang ke rumah sekali dalam satu tahun.
“Saya banyak kehilangan momen waktu itu ya. Momen keluarga. Banyak yang saya kehilangan. Saya harus pulang setahun sekali. Paling cepat ya 6 bulan sekali baru pulang, itu pun dengan biaya yang besar,” ucap Zaim.
Namun, sejak tahun 2015, karena kegalauan tersebut, Zaim memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya dan mulai membuka sebuah warung makan sambal di kampung halaman istrinya, di Blitar.
“Dari kegalauan itu saya memberanikan diri, di tahun 2015 saya memutuskan untuk resign untuk pulang ke Jawa. Membangun bisnis di kota Blitar,” lanjutnya.
Proses Panjang dan Modal Seadanya
Saat masih bekerja sebagai supervisor, Zaim mengaku bahwa ia setiap hari hidup dengan stres yang luar biasa. Bahkan ia mengatakan setiap hari ia dan istrinya pasti bertengkar dan saling banting pintu.
“Memang saya akhirnya menyadari itu bahwa efek dari yang diakibatkan dari karena posisinya sudah stres di perusahaan dari target segala macam itu yang membuat kita benar-benar pikiran luar biasa,” jelasnya.
Berkat usaha dan kerja keras yang mendapatkan dukungan dari ibu dan istrinya, Zaim akhirnya membuka sebuah usaha kuliner dengan modal seadanya. Zaim mengaku bahwa ia memulai usaha tersebut hanya mengeluarkan uang senilai Rp13 juta.
“Uang tinggal Rp13 juta saat itu. Dengan modal seadanya itu saya memberanikan diri untuk buka itu,” jelas Zaim.
Sekarang, berkat keberanian, ketekunan, dan kerja kerasnya, usaha kuliner sambal milik Zaim telah berkembang di Blitar. Bahkan ia menjadi pelopor restoran 24 jam pertama di Blitar.