Prada Lucky Tewas Diduga Dianiaya Senior, Kapendam Udayana Geram: Tidak ada Ruang Bagi Kekerasan
TNI menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan kekerasan terjadi dalam kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23).
Prada Lucky Chepril Saputra Namo, seorang prajurit TNI AD berusia 23 tahun yang bertugas di Batalyon TP 834 Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, telah meninggal dunia pada hari Rabu, (6/8). Kematian Prada Lucky diduga disebabkan oleh penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya.
Kolonel Inf Candra, Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) IX/Udayana, menegaskan bahwa TNI tidak akan mentolerir tindakan kekerasan terhadap anggotanya, terutama jika hal tersebut berujung pada kematian.
"Kami ingin menegaskan bahwa tidak ada ruang di tubuh TNI AD bagi tindakan kekerasan, penyalahgunaan wewenang, atau perilaku menyimpang lainnya," kata Candra pada Kamis, (7/8).
Ia juga memastikan bahwa kasus ini akan diusut secara tuntas, sebagai bagian dari komitmen pimpinan TNI terhadap kesejahteraan anggotanya.
"Pimpinan kami telah berkomitmen penuh untuk menegakkan disiplin, serta memastikan bahwa seluruh prajurit menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dan kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas," tegasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308695/original/012926100_1754553278-1000838218.jpg)
Ayah Prada Lucky menyatakan bahwa akan mengejar pelaku
Sersan Mayor Christian Namo merasa sangat terpukul dengan meninggalnya putranya. Anggota Kodim 1627/Rote Ndao ini berkeyakinan bahwa kematian anaknya disebabkan oleh tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya di kesatuan.
"Dianiaya senior dan saya akan kejar pelakunya sampai ke manapun. Anak saya sudah tidak ada, saya tuntut keadilan," katanya sambil menahan tangis.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, Prada Lucky sebelumnya mengalami kekerasan di barak militer sebelum dilarikan ke rumah sakit. Ia sempat mengungkapkan kepada dokter yang merawatnya di ruang radiologi bahwa dirinya dianiaya oleh seniornya.
"Dia mengaku kepada dokter dipukuli oleh seniornya di barak," jelas sumber yang mengetahui kejadian tersebut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308952/original/014501100_1754562510-1000839789.jpg)
Baru tiga bulan jalani pelatihan sebagai tentara
Keluarga Prada Lucky tidak menyangka bahwa kepergiannya akan secepat ini. Prada Lucky dilaporkan tewas akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya. Paman korban, Rafael Davids, menjelaskan bahwa keponakannya itu baru beberapa bulan menjalani pelatihan sebagai prajurit TNI.
"Prajurit baru dan pelantikannya bulan Juni," ungkap Davids kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa Lucky baru-baru ini pulang ke Kupang untuk merayakan syukuran bersama keluarga dan teman-temannya. Setelah itu, pada tanggal 5 Juni, Lucky kembali ke kompi untuk melanjutkan tugasnya.