Israel dan India Makin Bestie, Sepakat Saling Melengkapi
Pada kunjungan Perdana Menteri Modi ke Israel pada 25-26 Februari 2026, telah ditandatangani 16 dokumen kerja sama antara Israel dan India.
Hubungan antara India dan Israel kini memasuki fase baru yang menjanjikan. Perdana Menteri India, Narendra Modi, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah sepakat untuk mengembangkan hubungan kedua negara menjadi "Kemitraan Strategis Khusus untuk Perdamaian, Inovasi, dan Kemakmuran."
Kesepakatan ini diumumkan dalam sebuah pernyataan bersama pada Kamis (26/2/2026), setelah kunjungan resmi Modi ke Israel, yang merupakan kunjungan keduanya sejak menjabat pada tahun 2014.
Fondasi Lama, Ambisi Baru
Dalam pernyataan tersebut, Modi dan Netanyahu menekankan kembali kekuatan hubungan bilateral yang telah terjalin, yang dimulai dengan kunjungan bersejarah Modi ke Israel pada tahun 2017 dan kunjungan balasan Netanyahu ke India pada tahun 2018.
Dua peristiwa penting ini telah membuka era baru kerja sama yang kini meluas ke berbagai bidang, mulai dari teknologi canggih dan pertahanan hingga keamanan siber, pertanian, pengelolaan air, kesehatan, dan kewirausahaan. Mengutip dari laman resmi PM India, kedua pemimpin mengakui bahwa kekuatan masing-masing negara saling melengkapi. Israel dikenal sebagai pusat inovasi dan teknologi global, sedangkan India memiliki keunggulan dalam hal talenta, kapasitas manufaktur, serta skala ekonomi dan kewirausahaan.
Sinergi antara kedua negara ini diarahkan untuk mempercepat kemajuan bersama, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, semikonduktor, komputasi kuantum, bioteknologi, pertahanan, dan eksplorasi ruang angkasa. Bagi India, kemitraan ini sejalan dengan visi Atmanirbhar Bharat dan target pembangunan Viksit Bharat 2047.
Sedangkan bagi Israel, kolaborasi dengan salah satu ekonomi terbesar di dunia ini membuka peluang untuk memperluas teknologi dan pasar dalam skala yang lebih besar.
Soal Terorisme
Kerja sama dalam bidang pertahanan tetap menjadi aspek fundamental bagi kedua negara. Para pemimpin India dan Israel menyambut baik pelaksanaan Nota Kesepahaman Kerja Sama (MoU) Pertahanan yang ditandatangani pada November 2025, serta sepakat untuk menetapkan peta jalan baru yang bertujuan memperluas cakupan dan skala kolaborasi militer di masa depan.
Dalam konteks keamanan global, kedua negara mengutuk segala bentuk terorisme, termasuk serangan yang terjadi pada 7 Oktober 2023 di Israel, serangan terhadap wisatawan India di Pahalgam pada April 2025, dan insiden teror di dekat Benteng Merah, New Delhi, pada November 2025.
Sebagai dua negara demokrasi yang menghadapi tantangan keamanan yang serupa, India dan Israel menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama dalam melawan terorisme secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Keduanya juga membahas perkembangan kawasan dan mendukung upaya menuju perdamaian yang adil serta berkelanjutan. Mereka menyambut rencana perdamaian yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza.
Teknologi dan AI sebagai Penggerak
Teknologi dan AI sebagai penggerak menjadi salah satu fokus utama dalam pembicaraan ini. India dan Israel meluncurkan inisiatif baru di bidang Teknologi Kritis dan Muncul yang dipimpin oleh Penasihat Keamanan Nasional masing-masing negara, bertujuan untuk mengintegrasikan kekuatan di sektor teknologi strategis di masa depan.
Pendanaan untuk riset bersama juga mengalami peningkatan, dengan skema India-Israel Joint Research Calls yang naik dari masing-masing USD 1 juta menjadi USD 1,5 juta, guna memperkuat kolaborasi universitas dan pertukaran ilmuwan. India-Israel Industrial R&D and Innovation Fund (I4F) juga diperkuat untuk memperluas kemitraan riset industri.
Kedua negara menandatangani MoU kerja sama di bidang AI, yang mencakup penguatan talenta, konektivitas antara lembaga riset dan industri, serta penjajakan mekanisme Tech Gateway untuk mempercepat validasi dan komersialisasi inovasi bersama. Dalam sektor antariksa, kerja sama antara badan antariksa kedua negara akan diperluas, membuka peluang kolaborasi yang lebih besar bagi startup dan industri ruang angkasa di pasar global.
Keamanan Siber dan Penguatan Ekonomi
Keamanan siber dan penguatan ekonomi menjadi fokus kolaborasi selanjutnya. Kerja sama di bidang keamanan siber akan diperkuat melalui dialog kebijakan rutin, penyusunan program strategis multi-tahun, latihan simulasi bersama, serta pembentukan India-Israel Centre of Excellence in Cybersecurity di India.
Di bidang ekonomi, kedua negara mempercepat negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) untuk membuka akses pasar dan memperlancar arus perdagangan. Langkah ini didukung oleh Perjanjian Investasi Bilateral yang ditandatangani pada September 2025, memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi investor. Dengan demikian, pembukaan pasar berjalan seiring dengan pengamanan investasi.
Keduanya juga sepakat untuk memperkuat ketahanan sistem keuangan melalui kerja sama siber finansial dan simulasi multilateral. Integrasi sistem pembayaran India (UPI) dengan sistem pembayaran cepat Israel sedang dijajaki untuk mempermudah transaksi lintas negara. Selain itu, konektivitas penerbangan langsung antara Tel Aviv dan kota-kota besar di India akan diperluas untuk mendukung mobilitas bisnis dan masyarakat.
Pertanian, Air dan Kerja Sama yang Memberikan Dampak Signifikan
Dalam sektor pertanian dan pengelolaan air, kolaborasi antara India dan Israel semakin diperkuat melalui berbagai inisiatif seperti konservasi air, desalinasi, pemanfaatan ulang air limbah, serta transfer teknologi pertanian. Saat ini, terdapat 35 pusat keunggulan pertanian yang telah beroperasi di India, sementara delapan pusat lainnya sedang dalam tahap pengembangan.
Lebih dari satu juta petani telah menerima pelatihan dari program ini. Selain itu, kedua negara meluncurkan India-Israel Innovation Centre for Agriculture (IINCA) dan menyediakan 20 fellowship riset pertanian, untuk mendorong inovasi di bidang pertanian.
Kerja sama di bidang perikanan dan akuakultur juga diperluas melalui pembentukan pusat keunggulan bersama yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan.
Mobilitas Tenaga Kerja dan Hubungan Antar-Masyarakat
Mobilitas tenaga kerja dan hubungan antar-masyarakat menjadi fokus utama, di mana India dan Israel sepakat untuk menambah hingga 50.000 pekerja asal India yang akan bekerja di Israel dalam lima tahun mendatang. Pekerja tersebut terutama akan ditempatkan di sektor konstruksi, perawatan, manufaktur, restoran, dan jasa. Perlindungan hak serta keselamatan pekerja menjadi prioritas yang ditegaskan dalam kesepakatan ini.
Selain itu, kerja sama di bidang budaya, pendidikan, dan kesehatan juga diperluas. Salah satunya adalah pembentukan India-Israel Academic Cooperation Forum (I2I Forum) yang bertujuan untuk mempertemukan perguruan tinggi, pembuat kebijakan, dan pakar pendidikan secara bergilir setiap tahun, sehingga dapat saling bertukar pengetahuan dan pengalaman.
Enam Belas Dokumen Kerja Sama
Enam belas dokumen kerja sama menjadi hasil konkret dari pertemuan kedua negara, di mana mereka menandatangani 16 dokumen kerja sama yang mencakup berbagai bidang seperti AI, keamanan siber, pendidikan berbasis AI, pertanian, eksplorasi geofisika, warisan maritim, perikanan, arbitrase komersial, sistem pembayaran lintas negara, hingga kerja sama otoritas jasa keuangan.